AKTUALITA.CO.ID – Rabu 10 September 2025, Pukul 11.00 WIB siswa-siswa SMK Negeri 1 Cileungsi sedang melaksanakan UjiaN Sekolah, suasana yang tenang pun tiba-tiba menimbulkan kepanikan yang luar biasa, atap sekolah ambruk menimbulkan suara gemuruh yang membuat seluruh siswa dan guru panik berhamburan keluar. Beberapa siswa tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimpa reruntuhan.
Ketua DPP Presidium Bogor Timur, Nafizul Al Hafiz Rana menyoroti kejadian itu . “ Robohnya bangunan SMKN1 Cileungsi yang tergolong masih baru mengundang curiga publik dan patut dipertanyakan, Insiden tersebut menunjukan bangunan kurang berkualitas, hingga membahayakan warga sekolah. Padahal anggaran pembangunan SMKN 1 Cileungsi yang mulai dibangun tahun 2016 itu pastilah tidak sedikit. Aparat Penegak Hukum (APH) harus melakukan penyelidikan yang serius dan menindak tegas pengawas konstruksi dan pengawas kelayakan bangunan yang berada dibawah naungan dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Robohnya atap SMKN 1 Cileungsi menyebabkan 36 siswa/i yang sedang melakukan Ujian Sekolah terluka dan harus dilarikan kerumah sakit. Yang patut dicurigakan adalah cuaca di Cileungsi saat kejadian sedang bagus-bagusnya, tidak ada angin dan hujan. Dugaan sementara karena rangka atap baja ringan yang tidak kuat menahan genteng tanah liat yang menyebabkan atap sekolah ambruk.
Rana menegaskan, “ Saya meminta APH seperti inspektorat dan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) memanggil seluruh yang terlibat dalam proses pembangunan SMKN 1 Cileungsi yang diduga melakukan penyelewengan dana pembangunan, karena ini dzolim, selain merugikan APBD, tindakan penyelewengan dana ini sampai mengakibatkan jatuhnya korban, APH tidak boleh normatif dan hanya sekedar formalitas dalam menyikapi insiden ini, panggil kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, panggil semua yang terlibat dalam pembangunan, lakukan investigasi yang menyeluruh.”
Persoalan gedung bangunan sekolah yang kurang berkualitas menurut ketua DPP Presidium Bogor Timur ini tidak mendapatkan perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selama tahun 2025 ini sudah ada beberapa kejadian sekolah tingkat atas yang atapnya roboh. Seakan ketika Pemprov Jawa Barat ini sudah mengalokasikan anggaran pada pembangunan sekolah dan renovasi sekolah rusak sudah cukup menjadi solusi bagi penyediaan layanan pendidikan. Sementara proses pembangunan cenderung tidak diawasi dengan serius. Padahal persoalan dalam proses pembangunan masih seringkali terjadi dan menyebabkan robohnya sekolah-sekolah tingkat atas di kabupaten Bogor hingga mengakibatkan jatuhnya korban.
Maka Presidium Bogor Timur melalui Ketua Presidium Bogor Timur (Nafizul Al Hafiz Rana) menegaskan beberapa hal:
- Gubernur Jawa Barat harus mengevaluasi proses perencanaan rehabilitasi gedung Sekolah di Kabupaten Bogor yang diduga tidak berbasis pada pemanfaatan faktual, sebagaimana tertera dalam data Kemendikbudristek.
- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor mengumumkan laporan realisasi rehabilitasi sekolah di Kabupaten Bogor beserta penggunaan anggarannya dalam bentuk media sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi publik.
- Inspektorat Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor segera mengaudit dan mengevaluasi pembangunan rehabilitasi sekolah di Kabupaten Bogor dan melakukan investigasi pada dugaan penyelewengan anggaran yang menyebabkan rusaknya sekolah di Kabupaten Bogor dan melaporkan temuan yang bersifat perbuatan melawan hukum.
- APH (Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK) segera mengusut adanya dugaan melawan hukum, baik berupa kelalaian maupun korupsi dalam pembangunan gedung Sekolah SMKN 1 Cileungsi dan perlu mengantisipasi kasus serupa di sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Bogor.









