AKTUALITA.CO.ID – Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur yang berlokasi di Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Selasa (18/8/26).
Dari pantauan Aktualita.co.id di lokasi, massa aksi mengepung area perusahaan dan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait aktivitas produksi minuman beralkohol yang dilakukan perusahaan tersebut.
Aksi tersebut turut dihadiri Habib Bahar bin Smith. Dalam orasinya, Bahar menyampaikan penolakan keras terhadap peredaran minuman keras (miras).
“Saudara-saudara, khamr miras itu adalah ra’su kulli ma’siyat, otaknya segala kejahatan. Mabuk itu otaknya segala kemaksiatan. Orang kalau udah minum miras, kalau udah mabuk bisa terjadi hal yang negative seperti orang tua bunuh anak, anak bunuh orang tua, pemerkosaan, pelecehan seksual, perzinahan, terjadi segala macam bentuk kejahatan, kriminal, perampokan, pembunuhan, semua karena miras,” ujar Bahar dalam orasinya dengan tegas.
Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan agama, tetapi juga sebagai bentuk kekhawatiran terhadap dampak minuman keras terhadap generasi muda.
”Kita datang ke sini untuk menyelamatkan anak-anak bangsa, untuk menyelamatkan anak cucu kita ke depan daripada bahaya miras,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bahar juga menyampaikan ultimatum agar perusahaan menghentikan produksi minuman keras. Ia menyebut massa memberikan waktu tujuh hari agar produksi dihentikan dan produk-produk minuman keras ditarik.
”Kalo tujuh hari masih beroperasi. Kalau pabrik miras ini tidak tutup, maka demi Allah saya pribadi yang akan bakar ini pabrik miras,” tegasnya.
Ia bahkan menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada aparat penegak hukum apabila ancaman tersebut sampai dilakukan.
”Kalau enggak ditutup, kalian duduk diam, saya yang akan bakar, saya menyerahkan diri ke kepolisian,” tuturnya.
Selain menyampaikan tuntutan penghentian produksi, massa aksi juga memasang spanduk sebagai bentuk penyegelan simbolis terhadap perusahaan. Bahar meminta agar spanduk tersebut tidak dicabut hingga tuntutan penutupan perusahaan dipenuhi.
“Ini pabrik disegel oleh masyarakat Bogor dan umat Islam Bogor. Spanduk enggak boleh dicabut. Tandain kalo ada yang nyabut,” tandasnya. (Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Bakso Rudal kembali memperluas jangkauan usahanya dengan membuka cabang baru di kawasan Metland Transyogi, tepatnya di Kapling GD 12 Nomor 23, Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten...
Read more








