AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan pemekaran wilayah timur. Lahan seluas 56,5 hektare telah disiapkan untuk pembangunan Ibu Kota Bogor Timur (Botim) yang direncanakan mulai dikerjakan secara bertahap pada tahun 2026.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengungkapkan bahwa seluruh kajian perencanaan yang disusun oleh Ikatan Ahli Perencanaan telah rampung dan mendapatkan persetujuan dari pimpinan daerah.
“Kajian untuk Bogor Timur sudah selesai. Ada beberapa perencanaan yang dibuat dan sudah disetujui. Rencananya tahun ini (2026) sudah mulai dilakukan pembangunan secara bertahap,” ujar Bambam kepada Aktualita co.id, Kamis (1/1/2026).
Tak Tunggu Moratorium Dicabut
Menariknya, Pemkab Bogor memilih langkah proaktif dengan tidak menunggu keputusan pemerintah pusat terkait pembukaan moratorium pemekaran wilayah. Pembangunan infrastruktur dasar akan tetap berjalan sebagai bentuk kesiapan daerah otonomi baru tersebut di masa depan.
“Kita tidak menunggu moratorium atau pembukaan pemekaran. Pembangunan infrastruktur kita laksanakan dulu,” tegas Bambam.
Konsep Dua Kota Terkoneksi: Sukamakmur-Jonggol
Mengenai lokasi, Bambam menjelaskan bahwa pusat pemerintahan nantinya akan berada di wilayah Sukamakmur-Jonggol. Berbeda dengan rencana awal yang hanya berpusat di Jonggol, pengembangan terbaru akan mengusung konsep dua kawasan kota yang saling terkoneksi.
“Nanti akan dibikin dua kota yang saling terkoneksi satu sama lain antara Sukamakmur dan Jonggol,” imbuhnya.
Tahap awal pembangunan akan difokuskan pada pekerjaan cut and fill (pemerataan lahan) serta pembukaan akses jalan utama menuju pusat pemerintahan baru tersebut.
Komitmen Jaga Lingkungan
Meski sempat menemui kendala terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Bambam memastikan hal tersebut dapat diatasi melalui pergeseran lokasi tanpa melanggar aturan lingkungan. Pemkab Bogor tetap berpegang pada prinsip rasio 1 banding 3 untuk penggantian lahan pertanian demi menjaga ekosistem.
“Kita tidak ingin membuka lahan baru yang nantinya menyebabkan masalah lingkungan di kemudian hari. Kondisi lingkungan harus tetap terjaga, itu prioritas utama kami dalam pembangunan ini,” pungkasnya.
Pembangunan ini diharapkan menjadi titik awal kemandirian wilayah Bogor Timur sekaligus mempercepat pelayanan publik bagi masyarakat di tujuh kecamatan wilayah timur.
(Pandu)









