Aktualita.co.id – Pemerintah Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur desa melalui program Bantuan Keuangan Infrastruktur (Bankeudes) dari Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2025.

Kepala Desa Tajur Ade Safrudin menyampaikan bahwa, program pembangunan ini kembali fokus pada betonisasi jalan penghubung antara Desa Tajur dan Desa Pabuaran, di wilayah Kampung Leuwi Bilik, RW 06, Desa Tajur.
“Untuk bantuan keuangan ini kita masih melaksanakan pembangunan infrastruktur di tempat yang dahulu, karena belum selesai. Mungkin ini tahap akhir dan kita luncurkan di sana,” ujar Ade, Kamis (31/07/25).
Ade menjelaskan bahwa jalur tersebut sebelumnya tidak memiliki akses kendaraan, bahkan sulit dilalui oleh pejalan kaki. Namun, berkat bantuan keuangan dari Kabupaten Bogor, pembukaan jalan terus dilakukan secara bertahap.
“Dari awal itu tidak ada jalan, bahkan motor pun nggak bisa masuk. Alhamdulillah dengan bantuan dari kabupaten, kita bisa buka jalan. Sekarang tinggal sisa sekitar 1,1 kilometer lagi yang akan diselesaikan tahun ini, dari total sekitar 4.3 kilo meter,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ade menekankan pembukaan akses jalan ini bukan hanya untuk memudahkan mobilitas warga, tetapi juga sebagai upaya strategis untuk mengembangkan potensi wisata lokal di Desa Tajur seperti Goa dan Curug yang selama ini belum tergarap optimal karena akses yang terbatas.
“Kami sadar, potensi wisata kita kalah bersaing karena aksesnya tertutup. Tapi dengan dibukanya jalan ini, kami berharap bisa mengangkat potensi ekonomi masyarakat lewat sektor pariwisata,” terangnya.
Sementara itu, Kasie Pemerintahan Kecamatan Citeureup Ponco Sugianto mengapresiasi pembangunan yang dilakukan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam merawat infrastruktur yang sudah dibangun.
“Jalan ini bukan hanya untuk hari ini, tapi kalau dirawat bisa bertahan 20 sampai 30 tahun. Libatkan warga sekitar agar punya rasa memiliki. Agar jalan tersebut bisa di rawat bersama sama, jangan bisa bangun jalan tapi ga bisa merawat,” tuturnya.
“Melalui pembangunan ini kami berharap tentunya nilai ekonominya meningkat, aksesibilitas warga pun lebih mudah. Tapi jangan lupa, keberlanjutan manfaatnya tergantung bagaimana kita bersama-sama merawatnya,” tutupnya.









