AKTUALITA.CO.ID – Permasalahan lahan milik warga di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, yang terploting oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), memasuki babak baru.
Setelah bertahun-tahun tidak menemukan titik terang, Komisi I DPRD Kabupaten Bogor menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Sabana, menyampaikan bahwa masalah ini telah berlangsung terlalu lama tanpa penyelesaian konkret. Kini, Komisi I bertekad untuk menyelesaikannya secara tuntas.
“Ini sudah bertahun-tahun tidak selesai. Komisi I berkomitmen akan menuntaskan permasalahan ini dengan tuntas,” tegas Rudi Sabana.
Rudi menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah menunggu Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bogor untuk melakukan pengukuran dan pemetaan ulang lahan yang disengketakan. Hal ini penting untuk menentukan dengan jelas batas kepemilikan antara lahan milik warga dan lahan yang diklaim sebagai milik IPB.
“Kita tinggal menunggu pihak BPN untuk pengukuran dan memploting lahan ini. Setelah itu, kita akan kumpulkan kembali semua pihak untuk mengidentifikasi mana lahan milik warga dan mana milik IPB,” jelasnya.
Rudi juga meminta kerja sama dari pihak BPN Bogor II agar segera turun ke lapangan dan membantu menyelesaikan permasalahan yang telah lama berlarut ini, terutama di wilayah daerah pemilihan (dapil) II.
“Saya meminta kerja samanya kepada BPN Bogor untuk turun ke lapangan dan menyelesaikan permasalahan yang sudah bertahun-tahun ini. Mari kita selesaikan bersama-sama,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi I DPRD Kabupaten Bogor telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan yang dipermasalahkan pada Senin (05/05/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang merasa lahan mereka masuk ke dalam ploting IPB tanpa kejelasan.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Irvan Maulana, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan dewan dalam menanggapi aspirasi masyarakat.
“Ya, hari ini kami dari Komisi I DPRD Kabupaten Bogor meninjau langsung ke lapangan untuk melihat titik-titik lahan yang menurut warga masuk ke dalam plotingan IPB,” kata Irvan saat berada di lokasi.









