AKTUALITA.CO.ID – Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jasinga bersama sejumlah mitra berhasil mendistribusikan sekitar 33 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di empat desa di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan secara bertahap selama sepekan terakhir melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Distribusi terbesar PK KNPI Jasinga dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Selendang Anak Bangsa dengan total 16 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Kampung Sawah, Kampung Anyar RT 002/RW 005, dan Kampung Limes RT 005/RW 003 di Desa Pamagersari, serta Kampung Pagutan dan Kampung Babakan di Desa Jasinga.
Selain itu, PK KNPI Jasinga juga berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk menyalurkan seribu liter air bersih kepada warga Kampung Garisul Lebak RT 05/RW 05, Desa Kalong Sawah.
Ditempat lain, bersama Dinas Pemadam Kebakaran sebanyak 16 ribu liter air bersih kembali disalurkan kepada masyarakat di Kampung Pasirnangka RW 02 dan RW 06, Desa Cikopomayak.
Ketua PK KNPI Jasinga Ama Dery menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, serta para mitra yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, semangat para relawan tetap terjaga meski harus menghadapi cuaca yang tidak menentu, mulai dari terik matahari hingga hujan, selama proses distribusi.
“Selama satu pekan teman-teman terus bergerak di lapangan. Total distribusi air bersih yang berhasil disalurkan mencapai sekitar 33 ribu liter berdasarkan akumulasi laporan dari seluruh tim,” ujar Ama Dery. Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan komitmen KNPI Jasinga untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau.
Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal Sunda, yakni Bengkung Ngariung, Bongkok Ngaronyok, yang mengandung makna pentingnya gotong royong, kebersamaan, dan saling membantu dalam menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, fenomena kekeringan yang terjadi saat ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kawasan resapan air dan sumber mata air agar tetap lestari.
Ia menilai, Kecamatan Jasinga masih memiliki kawasan hutan yang harus dipertahankan sebagai penyangga ketersediaan air bagi masyarakat.
“Ke depan perlu ada perhatian lebih terhadap perlindungan mata air. Bahkan, jika memungkinkan, perlu disusun regulasi khusus mengenai perlindungan mata air yang berbasis pada kearifan lokal agar sumber-sumber air tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
(Retza)









