AKTUALITA.CO.ID – Miris, Sekolah Menengah Keatas Negeri (SMKN) yang berada di halaman rumah Presiden Prabowo ambruk, puluhan siswa di larikan ke Rumah Sakit.
Peristiwa memilukan ini terjadi di SMKN 1 Cileungsi, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Ruang kelas sekolah tersebut ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, menimpa puluhan siswa. Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan dan membuat puluhan pelajar harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Salah satu siswi kelas XI Siti Masrifah menceritakan detik-detik ruang kelas ambruk. “Tiba-tiba ada suara gemuruh, saya kira gempa. Begitu dicek, ruang kelas sudah ambruk. Banyak teman yang terjebak dan minta tolong dari jendela. Guru-guru langsung sigap mengevakuasi,” ungkapnya.
Menurut Siti, ada sekitar 3 ruang kelas dan satu aula yang terdampak ambruknya bangunan. Setiap kelas berisi lebih dari 36 siswa, bahkan aula menampung lebih dari 50 orang. Diperkirakan korban mencapai puluhan hingga mendekati seratus siswa.
Sementara itu, Camat Cileungsi Ady Hendriyana yang meninjau langsung lokasi kejadian, mengonfirmasi bahwa para korban segera dievakuasi ke beberapa rumah sakit.
“Awalnya ada sekitar 20 sampai 30 siswa yang dibawa ke rumah sakit. Sebagian besar sudah pulang setelah mendapatkan perawatan. Saat ini tersisa delapan siswa yang masih dirawat di RS Thamrin karena perlu menjalani rontgen dan scan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ady menyebutkan, satu siswa mengalami luka cukup serius di bagian kepala, namun kondisinya sudah ditangani tim medis.
Biaya Perawatan Ditanggung Pemerintah
Ady menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan korban ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan.
“Semua sudah dikomunikasikan dengan pihak rumah sakit, baik yang BPJS maupun non-BPJS, tidak dipungut biaya. Semua ditanggung pemerintah,” tegasnya.
Bangunan Baru, Namun Sudah Ambruk
Bangunan sekolah yang ambruk ini ternyata relatif baru, dibangun pada tahun 2016. Fakta ini memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas konstruksi dan perawatan gedung.”Menurut informasi dari pihak sekolah bangunan ini di bangun tahun 2016,” katanya.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Cileungsi dihentikan. Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait teknis pembelajaran ke depan.
“Hari ini jelas diliburkan, besok kemungkinan juga masih diliburkan sampai ada instruksi dari KCD dan pihak sekolah,” ujar Ady.
(Rz)









