AKTUALITA.CO.ID – Meski Surat Perintah Kerja (SPK) untuk pembangunan rehabilitasi ruang kelas di SDN Wanaherang 06, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor sudah terbit sejak 21 Agustus 2025, hingga kini kontraktor pelaksana CV Dinamika belum juga memulai pekerjaan.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS H. Achmad Fathoni menyesalkan keterlambatan ini. Ia menegaskan bahwa kontraktor harus segera menjalankan tugas sesuai kontrak, dan pihak dinas terkait harus melakukan teguran keras.
“Saya pikir karena sudah lewat seminggu-dua minggu, pekerjaan sudah berjalan. Ternyata belum mulai sama sekali. Maka tadi saya langsung ke lokasi, saya telepon Pak Kabid, sekaligus saya videokan kondisinya. Saya minta agar kontraktor segera ditegur,” ujar Fathoni saat melakukan kunjungan ke SDN 2 Wanaherang. Senin (01/09/25).
Menurutnya, keterlambatan proyek sekolah berbeda dengan proyek lain seperti jalan atau irigasi. “Kalau bangunan sekolah, penundaan berarti anak-anak juga lebih lama belajar dalam kondisi tidak nyaman. Jadi pembangunan SDN Wanaherang 06 ini harus segera dimulai sesuai SPK, jangan molor lagi,” tegasnya.
Fathoni juga meminta agar kontraktor diberikan sanksi tegas jika tetap tidak menjalankan pekerjaan. “Kalau sudah ditegur tapi tetap lamban, maka harus ada sanksi tegas, bahkan blacklist. Jangan diberi lagi proyek serupa,” imbuhnya.
Kepala Sekolah SDN Wanaherang 06 Agustina turut mengeluhkan keterlambatan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa dari 14 rombongan belajar (rombel), hanya tersisa 4 ruang kelas yang bisa digunakan karena tiga kelas sudah dibongkar.
“Anak-anak jadi dipadatkan. Seharusnya belajar 4 jam setengah, sekarang hanya dua jam setengah karena kekurangan ruang. Mereka belajar bergantian dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, tanpa istirahat panjang,” kata Agustina.
Ia berharap kontraktor segera memulai pembangunan, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan yang bisa semakin menghambat pengerjaan.
“Kalau bisa segera dikerjakan, cepat selesai, anak-anak bisa belajar normal lagi. Kami sudah kosongkan ruang sesuai permintaan, tapi sampai sekarang belum ada pekerja yang datang,” ungkapnya.
Baik DPRD maupun pihak sekolah sama-sama mendesak agar proyek rehabilitasi SDN Wanaherang 06 segera dipercepat. “Selain menyangkut kenyamanan siswa dan guru, keterlambatan juga berpotensi mengganggu kualitas pembelajaran,” tutupnya.
(Rz)









