AKTUALITA.CO.ID – Kepala Desa Karang Asem Timur Sony Prianto meluapkan kekecewaannya setelah pihak PT Roda Vivatex tidak hadir dalam rapat mediasi bersama masyarakat di Kantor Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Rapat mediasi tersebut sejatinya digelar untuk membahas tuntutan warga terkait pemanfaatan lahan seluas 1,2 hektare milik PT Roda Vivatex yang hingga kini tidak digunakan. Warga berharap lahan tersebut dapat dikelola untuk kepentingan masyarakat, seperti pengelolaan sampah, balai kesehatan, sarana olahraga, ketahanan pangan, dan tempat pemakaman umum (TPU).
“Ini rapat mediasi antara pemerintah, masyarakat, dan PT Vivatex. Tapi dari mereka malah tidak hadir, padahal mereka yang membuat jadwalnya. Sekarang malah batal,” ujar Sony kepada Aktualita.co.id.
Sony menegaskan, lahan yang dimaksud berada di wilayah Desa Karang Asem Timur dan sudah lama terbengkalai. Dengan jumlah penduduk mencapai 11 ribu jiwa, ia menilai lahan tersebut lebih bermanfaat jika dikelola oleh masyarakat untuk kegiatan sosial dan ekonomi.
“Tuntutan kami agar masyarakat bisa mengelola lahan terlantar itu. Statusnya SHGB, dan sejatinya milik negara,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Karang Asem Timur Rizky Hidayat juga mengungkapkan kekecewaan yang sama. Ia menilai ketidakhadiran PT Roda Vivatex sangat disayangkan, terlebih karena jadwal mediasi telah ditentukan oleh pihak perusahaan sendiri.
“Sangat disayangkan ketidakhadiran PT Vivatex ini. Padahal mereka sendiri yang menjadwalkan rapat mediasi tanggal 30 Oktober di Kecamatan Citeureup,” ungkapnya.
Rizky menambahkan, masyarakat akan terus memperjuangkan haknya. Bahkan, jika aspirasi mereka tak kunjung direspons oleh pihak perusahaan, warga berencana melakukan aksi lanjutan.
“Kami sudah berencana melakukan aksi blokir jalan. Tapi penyewa gudang dari tiga perusahaan – PT Elang, Sumiden, dan United – menyampaikan keberatan. Padahal, urusan mereka seharusnya dengan pemilik lahan, yaitu PT Vivatex,” bebernya.
Ia berharap, permasalahan ini segera mendapat titik terang melalui musyawarah agar masyarakat Desa Karang Asem Timur bisa mengembangkan potensi ekonomi lokal tanpa harus menempuh jalur konfrontatif.
“Selama belum ada solusi dari kedua belah pihak, kami akan terus menindaklanjuti dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar bisa terakomodir,” pungkasnya.









