AKTUALITA.CO.ID – Ratusan petani dari lima desa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor kecamatan pada Kamis (23/4/2026). Aksi tersebut dipicu oleh keresahan para petani yang terancam tidak bisa menggarap sawah akibat terganggunya saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan lahan pertanian mereka.
Dalam aksi damai tersebut, para petani menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur irigasi yang rusak dan tertutup material. Mereka menilai kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan yang jelas, sehingga berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan perekonomian warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Gerindra daerah pemilihan (dapil) II, Beben Suhendar angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah lebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah daerah sebelum aksi unjuk rasa digelar.
“Sebetulnya sebelum demo tadi pagi, kemarin saya sudah sampaikan juga ke Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas PUPR. Bahkan tadi pagi saya kembali menghubungi Pak Sekda Kabupaten Bogor, dan beliau menyampaikan mudah-mudahan pada bulan Mei sudah mulai berjalan pengerjaan fisiknya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan irigasi ini bukanlah hal baru, melainkan sudah menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, dirinya mengaku telah berulang kali menyuarakan hal tersebut dalam pembahasan anggaran di DPRD.
“Saya sudah mengingatkan sejak tiga tahun lalu saat pembahasan anggaran. Bahkan saya sempat marah-marah karena persoalan ini tidak kunjung ditangani. Kalau tidak segera diperbaiki, ini akan menjadi masalah besar bagi para petani,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan akan terus mengawal realisasi perbaikan irigasi tersebut hingga benar-benar terlaksana. Ia juga memberikan jaminan kepada para petani bahwa aspirasi mereka tidak akan diabaikan.
“Ini menjadi komitmen saya dan saya jaminannya. Kalau tidak dikerjakan, saya akan terus kawal ke pemerintah daerah sampai ada realisasi. Saya juga merasakan kesulitan yang dialami para petani,” tambahnya.
Di sisi lain, ia juga mengimbau kepada para petani di Kecamatan Tanjungsari untuk tetap bersabar menunggu proses realisasi perbaikan yang dijanjikan pemerintah daerah. Ia mengaku telah memegang komitmen dari Sekretaris Daerah terkait rencana pelaksanaan proyek tersebut.
“Pesan saya kepada para petani di Tanjungsari agar bersabar sampai semua terealisasi. Saya juga memegang komitmen dari Sekda. Namun, jika tidak ada penanganan dalam anggaran tahun ini, tentu ini akan menjadi perhatian serius dan akan kami tindaklanjuti lebih jauh,” tandasnya.
(Deni Supriadi)









