AKTUALITA.CO.ID _ Presedium Bogor Timur gelar diskusi publik untuk merefleksikan perjalanan perjuangan pemekaran Bogor Timur yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun. Acara ini digelar di depan kantor Presedium Bogor Timur, Metland, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Minggu (17/11/24).
Kegiatan ini menghadirkan beberapa anggota legislatif diantaranya H. Achmad Ru’yat anggota DPR RI dari partai PKS, anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar dari fraksi Gerindra dan H. Achmad Fathoni dari fraksi PKS. Hadir pula dalam diskusi ini Camat Cileungsi Adi Henryana dan Sekertaris Camat Klapanunggal Iwan Setiawan.
Dalam acara tersebut, Beben Suhendar Anggota DPRD Kabupaten Bogor menyampaikan optimisme dan keyakinannya mengenai pemekaran Bogor Timur yang kini sudah semakin dekat untuk terwujud. Menurutnya, Bogor Timur sudah sangat siap untuk dimekarkan.
“Kita sudah sangat optimis untuk mekar. Bukan hanya jumlah penduduk, tetapi APBD kita tahun 2024 ini mencapai 11 triliun PADnya 4,5 triliun, dan setengahnya digunakan untuk gaji pegawai,” ujar Beben.
Ia menjelaskan, Bogor Timur terdiri dari tujuh kecamatan dan 75 desa, dengan pendapatan yang mencapai 700 miliar rupiah. Bandingkan dengan Bogor Barat yang terdiri dari 14 kecamatan dan 164 desa dengan pendapatan hanya sekitar 300 miliar dan ia menginginkan keduanya mekar bersamaan. Beben juga mengungkapkan bahwa perjuangan untuk pemekaran ini tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga dukungan dari pengembang.
“Alhamdulillah, kami telah mendapatkan dua pengembang yang mendukung pemekaran ini, yaitu PT Caraka Cibodas Jaya di Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol, yang memberikan hibah tanah seluas 30 hektar, serta PT Singasari Surabuana di Desa Singasari, Dengan demikian, Bogor Timur kini memiliki lahan hibah seluas 60 hektar untuk mendukung proses pemekaran,” ungkapnya.
Namun, Beben menyoroti lambannya respons dari pemerintah, terutama pihak eksekutif karena sampai saat ini yang warga bogor timur inginkan untuk mengundang kedua perusahaan tersebut tidak kunjung diundang.
“Saya sudah meminta PJ Bupati untuk mengundang pengembang yang telah memberikan hibah, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Meskipun dana untuk pembuatan master plan sudah disiapkan dalam anggaran tahun depan, eksekusi dari pihak pemerintah masih berjalan lambat,” kesalnya.
Meskipun demikian, kata Beben, dirinya tetap optimis. Ia berharap dukungan Presiden yang kini berada di Bogor dapat melihat bahwa bogor sudah seharusnya mekar.
“Sekarang bola ada di pusat, kita minta dukungan dari DPR RI, khususnya yang ada di wilayah Bogor, untuk membantu dan menyuarakan pemekaran ini. Karena sekarang presidennya di bogor saya berharap presiden prabowo dapat melihat bahwa dengan kondisi saat ini bogor sudah seharusnya mekar,” jelasnya yang juga turut memperjuangkan percepatan pemekaran daerah otonomi baru.
Sementara, anggota DPR RI dari partai PKS Achmad Ru’yat, dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan dukungannya terhadap pemekaran Bogor Timur. Ia juga turut memperjuangkan percepatan pemekaran daerah otonomi baru.
“Bogor Timur sudah siap, kita sudah memiliki naskah akademik, pendapatan asli daerah yang tinggi, dan ini sudah sangat layak untuk dimekarkan. Karena ini penting untuk kesejahteraan masyarakat dalam mempercepat pembangunan dan pemerataan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni, mengingatkan agar seluruh anggota DPR RI yang mewakili wilayah Kabupaten Bogor ikut terlibat dalam perjuangan ini.
“Saya berharap bukan hanya Achmad Ru’yat tapi seluruh DPR RI di Kabupaten Bogor hadir dan bersama-sama mendorong agar pemekaran ini terwujud. Kita juga perlu mempersiapkan kantor dinas dari sekarang, agar saat moratorium dicabut, kita sudah siap,” jelasnya.
“Yang paling penting dukungan semua pihak, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, untuk mewujudkan pemekaran Bogor Timur dan Bogor Barat. Ke depan, perjuangan ini akan terus di kawal hingga akhirnya terealisasi, demi kesejahteraan dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat Bogor,” pungkasnya.
(rezza apit)









