AKTUALITA.CO.ID – Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan pangan kembali mencuat seiring beredarnya isu penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku siomay. Ikan yang dikenal hidup di perairan kotor ini memicu keresahan, terutama terkait dampaknya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam memilih jajanan, khususnya siomay yang umumnya berbahan dasar ikan tenggiri. Perbedaan bahan baku ini bisa dikenali dari sejumlah ciri yang cukup jelas.
Dari segi warna, siomay berbahan ikan sapu-sapu cenderung tampak lebih gelap atau keabu-abuan karena dagingnya yang kusam. Sementara itu, siomay dari ikan tenggiri biasanya berwarna putih cerah dan terlihat lebih segar.
Aroma juga menjadi pembeda yang cukup mencolok. Siomay sapu-sapu memiliki bau amis yang lebih tajam dan menyengat. Sebaliknya, siomay tenggiri mengeluarkan aroma gurih yang khas dan tidak berlebihan.
Perbedaan lainnya terletak pada tekstur dan rasa. Siomay dari ikan sapu-sapu umumnya terasa lebih alot, sulit dikunyah, dan dalam beberapa kasus meninggalkan rasa pahit. Sedangkan siomay tenggiri memiliki tekstur kenyal, lembut, serta cita rasa gurih alami yang lebih disukai.
Selain itu, harga juga bisa menjadi indikator. Siomay berbahan ikan tenggiri umumnya dijual mulai kisaran Rp5.000 per buah atau lebih, tergantung ukuran dan lokasi penjualan. Jika ditemukan siomay dengan harga yang terlalu murah, konsumen patut waspada terhadap kualitas bahan yang digunakan.
Dengan maraknya isu ini, masyarakat disarankan untuk lebih selektif dan berhati-hati saat membeli makanan. Memilih penjual yang terpercaya menjadi langkah penting untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
(Deni Supriadi)









