AKTUALITA.CO.ID _ Calon Bupati Kabupaten Bogor Rudy Susmanto berdarah Sunda yang mencintai bumi Padjajaran.
“ Jadi memang dari leluhur berdarah Sunda. Bapak saya lahir di Majalaya Bandung Selatan, Kabupaten Bandung dan Ibu saya lahir dan tumbuh besar di Sumedang. Keluarga besar saya saat ini berada di Majalaya Bandung Selatan,” ungkap Rudy Susmanto kepada Aktualita.co.id. Rabu (2/10/24).
Rudy mengungkapkan, dirinya lahir di Kota Solo yang mana pemimpin besar banyak lahir disana, seperti Mangkunegara dan Majapahit. Dirinya menjelaskan, pada saat orang tuanya dinas di Solo, dirinya lahir dan tumbuh besar disana.
“ Pada saat bapak saya dinas di Solo pada 15 Agustus 1985 saat itu saya lahir dan tumbuh besar di Solo. Namun, saya beberapa kali pindah mengikuti bapak saya yang dinas,” ungkapnya.
Dia juga menyebut, Masyarakat ada yang bertanya kenapa didalam namanya ada Susmanto. Karena To pada nama belakang itu identik dengan Jawa.
“ Dalam kitab Jayabaya. Artinya yang akan menjadi pemimpin besar bangsa Indonesia akhirannya Notonegoro yang dalam artian ya adalah menata negara,” terangnya
“ Seperti hal Presiden pertama kita, Soekarno nama belakangnya No dan Presiden kedua Soeharto nama belakangnya To dan Presiden kita ke 8 Prabowo Subianto belakangnya To,” tambahnya.
Rudy juga mengucapkan, nama tersebut diberikan oleh komandan ayahnya pada saat bekerja menjadi supir komandan grup 2 Kopassus. Rudy menyebut, dirinya lahir di salahsatu rumah sakit milik pemerintah yang berada di wilayah Solo.
“ Bapak saya sedang berada di Wonosegoro. Pada saya lahir nama Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopasanda) menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus),” ucapnya.
“ Nama belakang Susmanto itu berasal dari Sus nya Kopassus, Man nya pemantapan dan To nya di Wonosegoro,” imbuhnya.
Namun, pada akhirnya nama Rudy Susmanto Darah Padjajaran yang dibesarkan di Mataram lalu kembali ke Padjajaran untuk membangun Bumi Tegar Beriman.
” Jika diizinkan, dan masyarakat mendukung insya allah saya akan memperindah wajah Kabupaten Bogor. Baik dari infrastruktur, pendidikan dan sumber daya manusia. Karena pada sejatinya, saya tidak bisa membangun Kabupaten Bogor sendirian,” pungkasnya.
**pandu









