Tajuk oleh: Billy/Nay
Ada Apa dengan KPK?
Penilaian kurang berani terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Indonesian Police Watch (IPW) mungkin ada benarnya.
Perbedaan perlakuan KPK kepada dua mantan Bupati Bogor sebelumnya, yakni Rahmat Yasin dan Ade Yasin yang sama-sama ditangani di gedung Merah Putih, berbeda jauh dengan perlakuan kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Pada Mei 2014 lalu, KPK secara brutal menempatkan seorang Rahmat Yasin di kursi pesakitan.
Rachmat Yasin terbukti menerima suap dari Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, yang juga Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (PT BJA).
RY akronim sapaaan akrab politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu harus turun dari tahtanya dan meringkuk di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung selama 5,5 tahun.
Pada 25 Juni 2019, KPK kembali menjerat RY sebagai tersangka karena diduga memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar Rp 8,9 miliar.
Uang itu diduga digunakan untuk biaya operasional serta untuk kebutuhan kampanyenya pada 2013 dan 2014.
Begitu juga dengan sang adik, Ade Munawaroh alias Ade Yasin. Perempuan berlatar belakang pendidikan hukum itu juga dijerat kasus korupsi yang melibatkan anak buahnya dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada April 2022. Ade Yasin bahkan diciduk KPK sepekan sebelum hari raya Idul Fitri.
Penanganan perkara keduanya bahkan dinilai secepat kilat. KPK saat itu dinilai sat set, tanpa kompromi dan tegak lurus. Duo Yasin dibuat tak berdaya melawan negara.
Sejak gemuruh isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Agustus 2026 ini, keterlibatan 6 pejabat dengan barang bukti Rp 1,5 miliar dan terungkapnya kasus upah pungut dan kasus pengadaan barang dan jasa tanpa tersangka, membuat publik bertanya-tanya. Apakah taji KPK masih ada seperti mereka mengatasi duo Yasin?
Rudy Susmanto merupakan politisi Gerindra, ia adalah anak asuh langsung Prabowo Subianto. Rudy dididik langsung di Hambalang. Rudy dan Sastra Winara Ketua DPRD Kabupaten Bogor merupakan Kaka adik dalam ritme politik yang sama.
Banyaknya spekulasi keterlibatan Rudy dalam kasus ini cukup tinggi. Namun Pemkab Bogor dan team branding tak tinggal diam. Mereka terus bergerak serentak memposting kinerja baik Rudy sepekan ini. Mereka seolah tak ingin sang pemimpin diseret dalam pusaran kasus yang masih ditangani KPK.
KPK juga dikabarkan mengamankan salah seorang pengusaha yang kerap menerima order pekerjaan dari jajaran Pemkab Bogor. Namun kabar tersebut lagi-lagi mentah karena KPK rupanya masih mencari cara untuk menyampaikan informasi ke publik.
Sejumlah media nasional bahkan menduga adanya intervensi dari sesama elite Partai Gerindra. Namun semua dugaan itu telah dibantah oleh juru bicara KPK. Kini, benak publik penuh tanda tanya, apa sebetulnya yang sedang diatur oleh para petinggi negara. Akankan KPK bertaji seperti menangani duo Yasin?
Lalu bagaimana nasib Kabupaten Bogor Istimewa, slogan dan semangat menggebu besutan Rudy Susmanto?
Akankah Kabupaten Bogor kembali terjebak di zona degradasi dan kembali dipimpin pelaksana tugas yang hanya bisa duduk melaksanakan tugas sesuai tugas pokok fungsinya?
Dua pekan terasa cepat terlalui, namun kabar update dari KPK kalah cepat dengan gerakan team branding Rudy Susmanto yang kini gencar membranding Kabupaten Bogor baik-baik saja.
Jika IPW menilai KPK takut, kami juga berasumsi KPK tampak gemetar menangani anak-anak kesayangan Presiden RI Prabowo Subianto. Ini hanya sekedar asumsi.








