AKTUALITA.CO.ID _ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Komisi III H. Achmad Fathoni ST, .PWK berserta tim lingkungan hidup melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Darussalam Koposari, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Jumat (11/09/24).
Dalam kunjungan kali ini Achmad Fathoni menyebut kedatangannya di Ponpes Darussalaam untuk memberikan edukasi bagaimana pentingnya menjaga lingkungan yang nantinya pondok pesantren ini akan diikutkan program adiwiyata.
“Hari ini saya diundang untuk memberikan edukasi kepada para seluruh siswa siswi dan yang lain, terkait pentingnya mengelola sampah dan menata lingkungan. Yang nantinya seperti yang di sampaikan ketua yayasan ingin mengikuti program adiwiyata yang biasa kita programkan untuk lingkungan sekolah dan pesantren,” Kata Achmad Fathoni kepada aktualita.co.id.
Sebelum mengikuti program itu, kata Fathoni, kita harus memberikan edukasi dan melihat situasi dan kondisi di ponpes ini. Baru nanti setelah semua sudah paham dan yakin ingin mengikuti program baru kita tindak lanjuti. Menurutnya, lingkungan pesantren ini lebih mudah untuk dikondisikan dibanding dengan lingkungan masyarakat.
“Kami juga tadi sudah melihat, ini sangat spesial, lingkungan pesantren di pinggir sungai, river view, river side, kemudian mempunyai mata air kemudian punya lahan kosong dan ada masyarakat yang hidup di sekitarnya,” ungkapnya.
“Ini sudah lengkap untuk mengikuti Program Adiwiyata. Hanya tinggal kebiasaan – kebiasaan saja yang perlu di tingkatkan dan diberi edukasi kembali seperti cara memilah sampah organik dan non-organik. Saya melihat kebanyakan masyarakat kalau urusan sampah yang tidak bisa digunakan itu di bakar, akan kita edukasi bahwa solusinya bukan dibakar tapi ada solusi lain yang lebih bermanfaat dan lebih aman,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Fathoni, saya juga mengajak Pendamping lingkungan hidup yaitu satgas yang ditugaskan oleh Dinas resmi. Dan ketua KRL untuk memberikan edukasi lanjutan sehingga semua siswa atau yang mengikuti program ini sudah seluruh dipahami. Setelah nanti semua paham baru tugas saya merekomendasi apa yang dibutuhkan untuk program itu sendiri.
“Untuk Pengolah limbah (air kotor) dari dapur dan kamar mandi kan perlu ipal, mungkin nanti kita dorong untuk ipal yang kaitan dengan ketahanan pangan, tapi jika sudah ada jangan sampai bantuan yang diberikan itu mangkrak, tidak bergerak. Maka kita harus berikan edukasi lanjutan sebelum di dorong bantuan tersebut,” tegasnya.
“Saya berharap, nantinya pesantren ini bisa menjadi contoh bagi warga sekitar dan pesantren yang lainya,”tambahnya.
Sementara Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Koposari Hilal Handaya mengungkapkan, sebelum mendaftarkan untuk ikut Program Adiwiyata dirinya sudah melakukan kegiatan peduli terhadap lingkungan di lingkungannya baik dari santri awan dan santriwatinya.
“Kita itu selalu menggiatkan santri itu peduli terhadap lingkungan, dan sampah sampah mereka. Dan santri dituntut untuk wajib mengambil sampah yang berada di hadapannya,” ujarnya.
“Untuk peduli lingkungan itu sendiri di wilayah pondok pesantren kami, kami sudah upayakan pembuangan sampah santri setiap 10 meter sekali, jadi jika ada sampah dilihat langsung diambil dan di buang ke tempatnya. Namun stelah itu kita terkendala pembuangan smpah akhirnya mak itu kita undang dan ingin mengikuti program ini sehingga sampah yang kita miliki dapat di kelola dan bermanfaat. Tidak seperti kemarin dikumpulkan lalu dibakar,” paparnya.
Dirinya berharap setelah dikunjungi oleh anggota dewan dan dari dinas lingkungan hidup dapat mengedukasi kami sehingga kami tau apa yang harus dilakukan dan nantinya bisa mengikuti program yang disediakan.
“Saat ini pengelolaan kita masih manual untuk peternakan seperti lele kita sudah ada tapi yang lainnya belum jika kondisi dan situasi dipesantren ini memungkinkan untuk mengikuti program itu, saya berharsp dapat di dorong dan terealisasi,”harapnya.
(rezza)









