AKTUALITA.CO.ID – Kondisi dunia pendidikan di wilayah timur Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni, mengaku prihatin setelah meninjau langsung sarana prasarana di SDN Situsari 02, Kecamatan Cileungsi, Jumat (30/1/2026).
Dalam inspeksi tersebut, terungkap fakta miris bahwa sekolah yang menampung lebih dari 700 siswa dengan total 17 rombongan belajar (rombel) itu hanya memiliki enam ruang kelas yang fungsional.
“Saya hadir memenuhi undangan Ibu Kepala Sekolah untuk menyerap aspirasi. Jujur, saya sangat prihatin melihat kondisi riil di lapangan,” ujar Achmad Fathoni kepada Aktualita.co.id.
Akibat keterbatasan ruang tersebut, pihak sekolah terpaksa membagi waktu belajar menjadi empat sif dalam sehari. Bahkan, terdapat sif terakhir yang dimulai setelah waktu Zuhur atau pukul 13.00 WIB dan baru berakhir pada 16.00 WIB.
“Bayangkan, dengan hanya enam kelas, proses belajar mengajar harus dilakukan marathon hingga empat sif. Ini tentu tidak ideal bagi kualitas penyerapan materi oleh anak-anak,” jelas politisi PKS tersebut.
Lebih lanjut, Fathoni menyoroti bahwa dari dua gedung yang berdiri, hanya satu yang dibangun menggunakan dana APBD. Sementara satu bangunan lainnya merupakan bangunan lama yang direhabilitasi melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Menyikapi hal ini, Fathoni menegaskan akan menjadikan perbaikan dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Situsari 02 sebagai prioritas perjuangannya di kursi legislatif.
“Kondisi ini menjadi atensi serius saya. Saya akan perjuangkan agar masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2027, sebagaimana yang sudah saya suarakan dalam Musrenbang kemarin. Sarana pendidikan adalah hak dasar yang harus dipenuhi pemerintah,” tegasnya.
(Pandu)









