AKTUALITA.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 878 warga Kabupaten Bogor terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal Januari hingga Mei 2025, tiga diantaranya meninggal dunia.
“Dari bulan Januari – Mei 2025 sebanyak 878 dengan kasus meninggal dunia 3 orang,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana kepada Aktualita.co.id, Selasa (10/06/25).
Adang menjelaskan, ratusan warga Kabupaten Bogor yang terkena DBD tersebut tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bogor dengan kasus yang tertinggi di Kecamatan Cibinong sebanyak 126 kasus.
“Yang tertinggi Kecamatan Cibinong sebanyak 126 kasus, kemudian Kecamatan Gunung Putri dengan jumlah 95 kasus, Kecamatan Cisarua 88 kasus, Kecamatan Cileungsi 85 kasus, Kecamatan Jonggol 76 kasus, Kecamatan Bojong Gede 57 kasus, Kecamatan Sukaraja 38 kasus, Kecamatan Citeureup 37 kasus, Kecamatan Megamendung 24 kasus, Kecamatan Klapanunggal 21 kasus, Kecamatan Tajur Halang 21 kasus,” Paparnya
“Dari kasus DBD ini juga terdapat 3 orang yang meninggal dunia diantaranya kecamatan Cibinong 1 orang, Kecamatan Gunung Putri 1 orang, Kecamatan Parung Panjang 1 orang,” Tambahnya.
Selain itu, kata Adang, Kasus ini terdapat dari beberapa kelompok umur mulai dari anak hingga orang dewasa. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah berupaya melakukan penyuluhan, PSN 3 +, Larvasida, dan Fogging focus.
Menurutnya, terjadinya penyakit DBD yang mengakibatkan korban jiwa ini dikarenakan faktor cuaca pancaroba dan kondisi lingkungan.
“Yang pertama karena Faktor cuaca, Cuaca panca roba menyebabkan perindukan, tempat bertelur nyamuk, atau genangan air. Kemudian PSN dengan gerakan bersama seluruh masyarakat. Kalau fogging dilaksana bila temukan faktor resiko penyebaran DBD setempat,” terangnya.
“Kemudian Kondisi lingkungan Masih adanya lingkungan yang kurang bersih dan banyaknya tempat perindukan nyamuk,” sambungnya
Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Yessi Desputri menambahkan, Upaya yang sudah dan sedang dilakukan dalam pengendalian DBD diantaranya Penyuluhan, promosi kesehatan, PSN, Mengaktifkan kembali kegiatan bersih2 bersama seperti Jumat bersih.
“Kegiatan kegiatan masyarakat untuk bebersih dan lain sebagainya untuk mengatasi masalah ini kita sedang lakukan. Selain itu pengendalian vektor nyamuk melalui larvasida dan pengasapan fogging, Keterlibatan semua sektor dalam pengendalian DBD,” ungkapnya.
“Kami juga meminta segera melaporkan ke puskesmas atau faskes lainnya ketika ada gejala DBD. Kami juga menghimbau warga masyarakat Kabupaten Bogor untuk tetap menjaga kesehatan dan menjauhi sekiranya ada yang menyebabkan berkembang biaknya nyamuk di rumah,” tutupnya.









