Aktualita.co.id – Dua minggu pascahari raya Idul Fitri, harga sejumlah kebutuhan pokok sudah mulai stabil. Namun berbeda dengan harga telur dan daging ayam yang masing tinggi dan cenderung mengalami kenaikan.
Hal ini disebabkan, pasokan telur dan daging mengalami kekurangan lantaran produsen ayam pedaging dan telur libur pada saat hari raya Idul Fitri.
“Untuk harga daging dan telor sekarang masih tinggi dan cenderung mengalami kenaikan, karena memang pasokan dari kendang yang sangat terbatas,” kata salah satu supplier ayam daging di Pasar Cileungsi, Andi, Kamis (11/5/23).
Andi mengatakan, minimnya pasokan daging dan telur lantaran produksi ayam pedaging dan telur sempat berhenti pada saat liburLlebaran. Karena para produsen dan perusahaan banyak yang meliburkan karyawan dan produksi otomatis berhenti.
“Ya dampaknya sekarang, harga masih tinggi dimana permintaan banyak sementara pasokan terbatas,” ujarnya.
Dirinya memprediksi jika harga daging ayam baru akan normal dua pekan ke depan. Hal itu berdasarkan hitungan panen ayam pedaging dan telur dari para produsen.
“Minggu ini paling cepat atau minggu depan paling lambat harga mungkin sudah bisa normal lagi. Karena banyak kendang yang sudah bisa di panen. Kalau sekarang memang sangat terbatas kandang yang ayamnya bisa dipanen,” ungkapnya.
Menurutnya, harga daging ayam dan telur selama sepekan ini masih akan bertahan di sekitaran Rp 32.000,- per kilogram. Hal itu akan dapat berubah sesuai dengan ketersediaan pasokan daging ayam dan telur dari produsen.
Masih tingginya harga telur dan daging ayam potong tersebut dikeluhkan oleh Yani (35), salah satu penjualan masakan siap saji. Menurutnya, dengan harga yang tinggi tersebut, ia terpaksa mengurangi pembelian lantaran dirinya mengaku tidak bisa menaikan harga jual makanan.
“Ya berharapnya sih bisa cepat turun lagi harganya seperti biasa,” pungkasnya.
** Taufik/Nay









