AKTUALITA.CO.ID _ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor ajak masyarakat untuk meminimalisir dampak dari gempa bumi berskala besar (Megathrust). Selasa (1/10/24).
Kepala BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat mengatakan, Kabupaten Bogor memiliki tiga patahan pada lapisan bumi yang masih bergerak dan bergeser (sesar) yang aktif yaitu sesar Baribis, sesar Cimandiri, dan sesar Lembang.
” Potensi Megathrust ada, apalagi Kabupaten Bogor memiliki berapa sesar yang aktif. Oleh karena itu, pada 2024 ini kami melatih sebanyak 900 orang relawan bencana alam,” katanya kepada Aktualita.co.id.
Ade juga menjelaskan, potensi gempa berskala besar terus disosialisasikan kepada masyarakat, mengingat jumlah kecamatan yang banyak berpotensi terdampak Megatrust.
“Sesar Baribis, sesar Cimandiri dan sesar Lembang itu membentang luas dari Bandung, Garut, Sukabumi, Tangerang Selatan, Bogor, Bekasi hingga Majalengka. Mulai beberapa kecamatan dari Bogor Barat, Selatan, Cibinong hingga Bogor Timur rawan terdampak bencana alam megathrust,” paparnya.
Menurutnya, sampai saat ini ancaman bencana alam berupa gempa bumi tidak dapat diprediksi, masyarakat juga harus waspada. Kontijensi dan mitigasi bencana alam gempa bumi harus dilakukan dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)
“Dari 435 desa dan kelurahan kita baru membentuk 103 desa tangguh bencana (Destana), sementara 40 kecamatan semuanya sudah termasuk kecamatan tangguh bencana (Kencana). BPBD Kabupaten Bogor di tahun ini belum menambah alat-alat tanggap bencana alam,” pungkasnya.
**pandu









