AKTUALITA.CO.ID _ Ketua KKR Bogor Timur Darjat Sudarjat sampaikan aspirasinya kepada H Ricky Kurniawan saat melakukan Reses 1 tahun sidang 2024-2025 di Halaman Kantor Presidium Bogor Timur, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Senin (11/11/24).
Darjat Sudarjat mengungkapkan, permasalahan pelik di wilayah Bogor Timur bukan hanya masalah pendidikan saja, tetapi kecelakaan yang kerap terjadi di wilayah Bogor Timur karena banyaknya mobil tambang yang lalu lalang tidak sesuai dengan jam operasionalnya.
“Pendidikan sangat penting, dan ini juga harus diperhatikan masalah keselamatan pengendara di wilayah Bogor Timur. Banyaknya tambang ilegal yang beroperasi tidak sesuai dengan jam operasional, sehingga kerap terjadi kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” kata Darjat Sudarjat.
Darjat menjelaskan, operasional tambang di wilayah Bogor Timur ini harus dipertanyakan bukan hanya jam nya saja tetapi ijin nya yang kerap merusak lingkungan yang berada di wilayah Bogor Timur ini. “Yang pertama jam operasional, kedua ijin tambang tersebut bagaimana sehingga banyak kawasan hijau yang dirusak. Bukan hanya itu banyaknya mobil tambang juga merusak jalan pemerintah,” ungkapnya.
“Ini harus menjadi perhatian khusus untuk segera melakukan tindakan, kami meminta kepada anggota dewan untuk ikut turun karena ini aspirasi masyarakat yang menyangkut nyawa,” tegasnya.
Sementara, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra H. Ricky Kurniawan mengharapkan kepada pemerintah untuk menverifikasi terkait tambang itu. “Ini kita juga perjuangkan, dalam hal ini dinas SDM juga harus menferivikasi terkait tambang-tambang yang berada di Kabupaten Bogor. Terkait ijin nya dan yang lain yang mencangkup di dinas itu sendiri,” ujarnya.
Ia mengatakan, jangan sampai kajadian serupa terjadi di wilayah Bogor Timur ini. Karena sudah banyak contoh tambang-tambang yang menjadi keresahan masyarakat sehingga masyarakat turun langsung ke lapangan.
“Masalah tambang sudah banyak contoh seperti di parung dan kemarin di tangerang. Dan ini jangan sampai terjadi hal yang serupa masyarakat turun. Kita harus perjuangkan ini sebelum terjadi seperti yang sudah-sudah,” terangnya.
Menurutnya, masalah ini pernah kita perjuangkan sebelumnya di wilayah lain, tapi semua diam karena di belakang tambang tersebut memiliki jabatan.
“Kalo tau nama PT nya nama pemiliknya sampaikan, karena saya pernah perjuangkan yang seperti ini ngakunya penanggungjawab ternyata supir bosnya. Dan ternyata bos nya itu memiliki jabatan. Nah ini menjadi perhatian jang melihat siapapun demi masyarakat,” tukasnya mengakhiri.
(rezza apit)









