AKTUALITA.CO.ID – Semangat mendorong pembangunan desa yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan menjadi salah satu gagasan yang diusung Wandi Suryana dalam pencalonannya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor periode masa bakti 2027-2035.
Dalam menghadapi pemilihan anggota BPD, Wandi membawa visi untuk mewujudkan Desa Cileungsi Kidul yang bermartabat, berintegritas, aspiratif, maju, aman, nyaman, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Wandi, BPD memiliki posisi penting sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Karena itu, keberadaan BPD harus mampu menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
“BPD harus hadir sebagai lembaga yang objektif dan transparan dalam mengawasi pemerintahan desa, sekaligus menjadi jembatan yang responsif terhadap setiap aspirasi warga,” ujar Wandi Kepada Aktualita.co.id, Selasa (18/08/26).
Ia menegaskan, pencalonannya bukan sekadar untuk melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga mendorong adanya evaluasi dan pembenahan terhadap berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan.
Wandi mengusung motto “Lanjutkan yang baik, perbaiki yang kurang” sebagai landasan dalam menjalankan komitmennya apabila mendapat amanah dari masyarakat.
Dalam visi dan misinya, Wandi menyiapkan tujuh agenda prioritas yang dinilai penting untuk mendukung kemajuan Desa Cileungsi Kidul.
Pertama, melanjutkan sekaligus menyempurnakan berbagai program pembangunan yang telah berjalan agar pelaksanaannya semakin efektif dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Kedua, memastikan aspirasi masyarakat dapat ditampung, dikawal, dan diperjuangkan secara adil, terbuka, serta bertanggung jawab. Menurutnya, suara masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan desa.
Ketiga, mendorong pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa secara objektif dan transparan serta tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keempat, memperkuat kolaborasi antara BPD dengan Pemerintah Desa, RT/RW, kepala dusun, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, PKK, serta seluruh unsur masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Pembangunan desa tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua unsur masyarakat harus memiliki ruang untuk berkontribusi,” katanya.
Kelima, Wandi ingin mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengembangan kewirausahaan, serta optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki Desa Cileungsi Kidul.
Keenam, aspek lingkungan juga menjadi perhatian. Ia mendorong penguatan program kebersihan, pengelolaan sampah secara terpadu, penghijauan, hingga pengembangan Kampung Ramah Lingkungan (KRL).
Sementara misi ketujuh berkaitan dengan keterbukaan publik dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Wandi mendorong agar pelayanan desa semakin responsif serta setiap keputusan strategis mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat.
Ia berharap, apabila dipercaya masyarakat untuk menjadi bagian dari BPD Cileungsi Kidul, seluruh gagasan tersebut dapat dijalankan dengan semangat kebersamaan dan mengutamakan kepentingan warga.
Wandi menilai kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kepedulian lingkungan, serta keterlibatan aktif seluruh elemen warga.
Dengan semangat “Lanjutkan yang baik, perbaiki yang kurang”, Wandi optimistis kolaborasi antara BPD, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mewujudkan Cileungsi Kidul yang lebih maju, sejahtera, bermartabat, dan berintegritas.
“Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama membangun desa. Perbedaan pilihan dalam pemilihan BPD merupakan bagian dari proses demokrasi, sementara tujuan akhirnya tetap sama, yaitu kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Cileungsi Kidul,” pungkasnya.
(Deni Supriadi)









