Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Daerah

Warga Megasentul Alamanda Desak Pemkab Turun Tangan Atasi Persoalan Warga dengan Megapolitan, Ini Tuntutannya!!

Arsyit Syarifudin by Arsyit Syarifudin
July 17, 2026
in Daerah
0
Warga Megasentul Alamanda Desak Pemkab Turun Tangan Atasi Persoalan Warga dengan Megapolitan, Ini Tuntutannya!!

Warga Perumahan Megasentul Alamanda Alamanda melakukan aksi demo di depan gerbang perumahan. Foto: Retza

74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Warga Perumahan Megasentul Alamanda Pasirlaja menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang perumahan yang berlokasi di Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (17/7/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum diselesaikan oleh pihak pengembang selama lebih dari dua dekade.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari pembangunan jalan utama sesuai site plan, penyerahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), penolakan perubahan site plan tanpa persetujuan warga, hingga meminta pemerintah daerah turun tangan menyelesaikan polemik yang terjadi.

Salah seorang warga Jimmy Charter mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang selama ini belum mendapat penyelesaian.

Berita lainnya

Wali Kota Bogor Minta Tirta Pakuan Siaga Hadapi Dampak Kemarau, Siapkan Bantuan Air Bersih

Cuaca Bogor Diperkirakan Cerah Berawan pada Sabtu 18 Juli 2026

‎Muhammad Ali Siap Maju di Pilkades Taman Sari 2026–2034, Ingin Buka Ruang Lebih Luas bagi Generasi Muda

“Ini adalah akumulasi dari sekian banyak permasalahan yang ada di wilayah kami. Tuntutan pertama adalah pembangunan jalan utama yang selama 21 tahun tidak pernah dibangun. Selama ini warga hanya menggunakan jalan hasil swadaya masyarakat, padahal sesuai site plan jalan utama seharusnya berada di bagian bawah kawasan,” ujar Jimmy kepada awak media.

Menurutnya, persoalan lainnya adalah belum diserahkannya fasilitas umum dan fasilitas sosial kepada Pemerintah Kabupaten Bogor secara fisik. Ia menjelaskan, pengembang hanya menyerahkan dokumen administrasi pada tahun 2021 yang kemudian dijadikan dasar bahwa proses penyerahan telah selesai.

“Yang ada hanya berita acara penyerahan administrasi, bukan penyerahan fisik. Namun surat itu dijadikan alasan bahwa fasum-fasos sudah diserahkan ke pemerintah daerah. Akibatnya, ketika warga meminta bantuan perbaikan jalan kepada pemerintah, selalu diarahkan kembali ke pengembang karena penyerahan fisiknya belum pernah dilakukan,” katanya.

Jimmy juga mengungkapkan hasil penelusuran warga menunjukkan bahwa, sejumlah dokumen yang menjadi syarat penyerahan fasum-fasos belum dipersiapkan secara lengkap oleh pengembang.

Selain itu, warga mempersoalkan perubahan site plan yang dinilai dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi maupun persetujuan dengan pengurus RT, RW, maupun masyarakat.

“Selama 21 tahun kami tinggal di sini, tiba-tiba site plan diubah. Awalnya area tersebut diperuntukkan sebagai kawasan komersial, sekarang ditambah pembangunan rumah. Kami khawatir kondisi itu akan memicu konflik karena lahan parkir sangat terbatas sehingga kendaraan nantinya menggunakan badan jalan,” jelasnya.

Jimmy menyebut warga selama ini telah berupaya menempuh jalur dialog dengan meminta pemerintah memfasilitasi mediasi bersama pihak pengembang. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Yang kami harapkan adalah duduk bersama mencari solusi. Tetapi yang kami terima justru somasi dan laporan ke polisi. Bahkan kuasa hukum mereka belum pernah datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan maupun berdialog dengan warga,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung adanya kesepakatan yang dibuat pada 11 Maret 2026 bersama pemerintah desa, kecamatan, dinas terkait, serta perwakilan warga yang pada saat itu menyepakati penghentian sementara pembangunan rumah hingga persoalan diselesaikan. Namun, menurutnya, pembangunan tetap dilanjutkan.

Jimmy menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah konkret dalam menyelesaikan konflik tersebut.

“Sudah dua bulan kami meminta pemerintah mengambil tindakan. Jawabannya selalu akan ditindaklanjuti, tetapi sampai sekarang belum ada penyelesaian. Semua tahapan sudah kami lakukan, mulai dari persuasi hingga aksi turun ke lapangan,” katanya.

Ia menegaskan, apabila tuntutan warga tidak direspons, aksi akan terus ditingkatkan hingga ke Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahkan pemerintah pusat.

“Kami hanya meminta tiga hal utama, yaitu pembangunan jalan utama, penyerahan fasum-fasos secara resmi, dan peninjauan kembali perubahan site plan agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Selain itu, masih ada persoalan puluhan sertifikat warga yang belum seluruhnya selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Perumahan Megasentul Alamanda Muhammad Roji mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada berbagai instansi, mulai dari pemerintah desa, dinas terkait, Bupati Bogor, DPRD Kabupaten Bogor hingga Komisi I sebagai bentuk upaya penyelesaian secara persuasif.

“Semua langkah persuasif sudah kami lakukan. Kami juga pernah bertemu dengan pihak legal pengembang pada 23 April dan sempat menghasilkan kesepakatan. Namun, kesepakatan tersebut kembali tidak dijalankan,” kata Roji.

Menurutnya, sikap pengembang yang dinilai mengingkari kesepakatan, ditambah tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah, membuat konflik terus berlarut-larut.

“Hari ini kami melakukan aksi agar ada perhatian dan solusi dari pemerintah maupun pengembang. Kalau semua pihak terus diam, konflik ini tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Roji mengaku dirinya juga telah menerima somasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian oleh pengembang. Meski begitu, ia menegaskan warga akan terus memperjuangkan hak-haknya melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Ia juga menilai hingga saat ini pihak pengembang belum pernah hadir secara langsung untuk melakukan mediasi dengan warga.

“Bahkan pembangunan terus dilanjutkan sehingga berpotensi menimbulkan konflik antara warga lama dengan calon pembeli. Kami sudah menyampaikan bahwa masih ada persoalan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, tetapi pembangunan tetap berjalan,” katanya.

Roji menegaskan, apabila tuntutan warga tetap tidak mendapat respons, aksi akan ditingkatkan dengan menggelar demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor hingga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Hingga berita ini ditulis, pihak pengembang Perumahan Megasentul Alamanda belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan warga dalam aksi tersebut. (Retza)

Tags: fasum fasos kabupaten bogorjimmy charterkonflik lahan sukarajamegasentul alamanda pasirlajamuhammad rojiwarga megasentul alamanda demo pengembang
Share30Tweet19Send
Arsyit Syarifudin

Arsyit Syarifudin

Rekomendasi Untuk Anda

Wali Kota Bogor Minta Tirta Pakuan Siaga Hadapi Dampak Kemarau, Siapkan Bantuan Air Bersih

by Arsyit Syarifudin
July 17, 2026
0
Wali Kota Bogor Minta Tirta Pakuan Siaga Hadapi Dampak Kemarau, Siapkan Bantuan Air Bersih

AKTUALITA.CO.ID – Wali Kota Bogor Dedie Rachim menginstruksikan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota...

Read more

Cuaca Bogor Diperkirakan Cerah Berawan pada Sabtu 18 Juli 2026

by Arsyit Syarifudin
July 17, 2026
0
Cuaca Bogor Diperkirakan Cerah Berawan pada Sabtu 18 Juli 2026

AKTUALITA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada Sabtu, 18 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Di...

Read more

‎Muhammad Ali Siap Maju di Pilkades Taman Sari 2026–2034, Ingin Buka Ruang Lebih Luas bagi Generasi Muda

by Arsyit Syarifudin
July 16, 2026
0
‎Muhammad Ali Siap Maju di Pilkades Taman Sari 2026–2034, Ingin Buka Ruang Lebih Luas bagi Generasi Muda

AKTUALITA.CO.ID – Keinginan untuk menghadirkan ruang yang lebih luas bagi generasi muda dalam pembangunan desa, mendorong Muhammad Ali pemuda asli Kampung Awirarangan, Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten...

Read more

‎Cuaca Bogor Diprakirakan Cerah pada Kamis, 16 Juli 2026

by Arsyit Syarifudin
July 15, 2026
0
‎Cuaca Bogor Diprakirakan Cerah pada Kamis, 16 Juli 2026

AKTUALITA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada Kamis (16/7/2026) didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan.‎‎Di wilayah...

Read more

‎Jalur Wisata di Babakan Madang Rusak Parah, Komisi III Angkat Bicara

by Arsyit Syarifudin
July 15, 2026
0
‎Jalur Wisata di Babakan Madang Rusak Parah, Komisi III Angkat Bicara

AKTUALITA.CO.ID – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, kembali menjadi sorotan dalam kegiatan reses DPRD Kabupaten Bogor yang berlangsung di Kantor Kecamatan Babakan Madang,...

Read more
Next Post
Cuaca Bogor Diperkirakan Cerah Berawan pada Sabtu 18 Juli 2026

Cuaca Bogor Diperkirakan Cerah Berawan pada Sabtu 18 Juli 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Peringati Hari Bhayangkara ke-78, Menteri AHY Hadiri Upacara di Monas

Peringati Hari Bhayangkara ke-78, Menteri AHY Hadiri Upacara di Monas

July 2, 2024
Saksi Paslon 03 Ganjar – Mahfud Tolak Tandatangani Berita Acara, Suara Paslon 03 di Sukamakmur Kurang dari 10 Persen

Saksi Paslon 03 Ganjar – Mahfud Tolak Tandatangani Berita Acara, Suara Paslon 03 di Sukamakmur Kurang dari 10 Persen

February 22, 2024
Wulan Guritno Akui Insecure karena Bopeng, Sempat Benci Lihat Diri di Cermin

Wulan Guritno Akui Insecure karena Bopeng, Sempat Benci Lihat Diri di Cermin

October 29, 2025

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW