AKTUALITA.CO.ID – Wali Kota Bogor Dedie Rachim menginstruksikan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota Bogor.
Perubahan iklim ini menyebabkan penurunan ketersediaan air di beberapa kawasan. Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat yang masih mengandalkan air tanah dari sumur dan belum memiliki sambungan air bersih.
“Perumda Tirta Pakuan harus hadir membantu warga yang terdampak kekeringan dengan menyiapkan distribusi air bersih melalui tangki air,” ujar Dedie Rachim, Jumat (17/7/2026).
Selain penanganan darurat, Dedie juga mengimbau masyarakat yang belum memiliki sambungan air bersih agar segera mendaftarkan pemasangan sambungan baru. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya mengantisipasi kebutuhan air bersih di masa mendatang, terutama saat musim kemarau.
Di sisi lain, musim kemarau juga mulai memengaruhi ketersediaan air baku yang dikelola Perumda Tirta Pakuan. Debit air di Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, yang menjadi sumber utama pengolahan air bersih, dilaporkan mengalami penurunan.
Menghadapi kondisi tersebut, Dedie menegaskan agar Perumda Tirta Pakuan terus memantau perkembangan sumber air baku serta menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat apabila terjadi gangguan pasokan akibat cuaca.
“Saat ini, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melayani sebanyak 197.638 sambungan rumah (SR) atau sekitar 75,46 persen dari total rumah tangga di Kota Bogor. Cakupan layanan tersebut diharapkan terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses air bersih yang aman dan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau,” pungkasnya.
(Retza)








