AKTUALITA.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Bogor. Enin Jolly, wasit Woodball berlisensi internasional asal Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendapat kepercayaan dari Pengurus Besar (PB) Indonesia untuk bertugas sebagai wasit pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026.
Ajang bergengsi tingkat nasional tersebut akan berlangsung di Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, pada 6–11 Juli 2026 dan akan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Atas penugasan tersebut, Enin Jolly mengaku bersyukur dan siap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Alhamdulillah, segala puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai wasit pada Kejuaraan Nasional Cabang Olahraga Woodball. Kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, adil, dan menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan,” ujar Enin Jolly kepada Aktualita.co.id, Jumat (3/7/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PB Indonesia serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, dan kepercayaan sehingga dirinya dapat kembali mengemban tugas di ajang nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PB Indonesia dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, serta kepercayaan. Semoga amanah ini dapat saya laksanakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi serta memberikan kontribusi bagi kemajuan olahraga Woodball di Indonesia,” katanya.
Tak lupa, Enin Jolly menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua IWBA Kabupaten Bogor, Ismail HS, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Juanidi Samsudin, Ketua Yayasan Sujud Sejahtera, Asep Martono, serta seluruh rekan-rekan Relawan Sosial (Resos) yang selama ini memberikan dukungan dan semangat.
Sebagai penutup, Enin Jolly memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan lancar serta senantiasa menjaga integritas sebagai wasit nasional.
(Deni Supriadi)









