AKTUALITA.CO.ID – Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Bogor dilaporkan terjebak di Muscat, Oman, akibat dampak konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) yang memicu penutupan sejumlah bandara di kawasan Timur Tengah.
WNI tersebut, Aliyyah Shihab, mengaku tidak dapat kembali ke Indonesia setelah berbagai penerbangan dari sejumlah negara di Timur Tengah dibatalkan secara mendadak.
Aliyyah menjelaskan, dirinya berada di kawasan Timur Tengah karena memiliki usaha ekspor-impor yang berhubungan dengan beberapa negara di wilayah tersebut. Saat hendak kembali ke Indonesia, seluruh penerbangan dari bandara di kawasan itu tiba-tiba dihentikan.
“Saya sekarang berada di Muscat, Oman. Awalnya saya berada di Dubai dan sudah bersiap pulang ke Indonesia. Namun semua penerbangan dibatalkan karena bandara-bandara di kawasan ini ditutup,” ujar Aliyyah dalam unggahan di media sosial.
Menurut dia, penutupan bandara tidak hanya terjadi di Uni Emirat Arab, tetapi juga di sejumlah negara lain di Timur Tengah. Bandara di Dubai, Abu Dhabi, Kuwait, Bahrain, hingga Qatar dilaporkan tidak beroperasi sementara.
Kondisi tersebut membuat banyak penumpang, termasuk WNI, terlantar di bandara. Sebagian dari mereka merupakan penumpang transit yang hendak melanjutkan perjalanan ke negara lain, termasuk ke Indonesia.
Aliyyah menuturkan, dirinya sempat mencari alternatif perjalanan dari Dubai dengan menuju negara tetangga, Oman dengan menggunakan transportasi darat.
“Saya mencoba mencari alternatif penerbangan lain. Dari Dubai saya naik bus menuju Oman. Tapi setelah sampai di Muscat, ternyata banyak penerbangan juga dibatalkan,” jelasnya.
Beberapa maskapai seperti Qatar Airways, Etihad Airways, dan Oman Air diketahui memberikan fasilitas hotel dan makanan bagi sebagian penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Namun demikian, tidak semua penumpang, termasuk WNI, mendapatkan fasilitas tersebut karena keterbatasan kamar hotel yang tersedia.
“Sebagian memang ada yang difasilitasi hotel dan makan oleh maskapai. Tapi tidak semua WNI mendapatkannya karena hotel di sini juga banyak yang penuh,” kata Aliyyah.
Ia menambahkan, hingga saat ini masih banyak WNI yang terpaksa bertahan di bandara karena tidak mendapatkan tempat menginap.
“Masih banyak WNI yang terdampar di bandara. Mereka terpaksa tidur di lantai bandara karena tidak mendapatkan hotel,” ungkapnya.
Aliyyah berharap situasi di kawasan Timur Tengah segera membaik sehingga penerbangan internasional kembali normal dan para WNI yang tertahan dapat segera kembali ke tanah air.
(Pandu)









