AKTUALITA.CO.ID _ Ketua KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas) Puarman mendukung gagasan Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan tata ruang Daerah Aliran Sungai (DAS) atau “Zero Delta Q” sebagai solusi pengendalian banjir pada proses politik World Water Forum ke-10 yang berlangsung pada 18-25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali.
Hal tersebut disampaikan jelang keberangkatannya ke Bali mengikuti World Water Forum (WWF) atau Forum Air Dunia yang diikuti oleh 192 negara. Sabtu (18/5/24).
“Saya akan mengikuti 26 sesi tematik sesuai bidang yang digeluti KP2C, diantaranya tentang Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana serta Inovasi dan Pengetahuan tentang Air” kata Puarman kepada Aktualita.co.id
Sementara, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia mengatakan, Pengelolaan dan mitigasi bencana khususnya banjir di Indonesia memerlukan struktural melalui penataan perilaku air, dan non struktural melalui penataan perilaku manusia.
” Kebijakan Zero Delta Q dapat dijadikan suatu isu dalam proses politik World Water Forum ke-10 bahwa ini perlu kita terapkan agar mitigasi bencana dan pengendalian banjir dapat diwujudkan,” cetusnya.
Lebih lanjut Bob mengatakan, Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 13 Tahun 2017 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kebijakan Zero Delta Q adalah keharusan agar tiap bangunan tidak boleh mengakibatkan bertambahnya debit air ke sistem saluran drainase atau sistem aliran sungai. Kebijakan ini ditetapkan sebagai persyaratan dalam penerbitan izin pemanfaatan ruang dalam suatu DAS. Misalnya, dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau izin pemanfaatan ruang lainnya.
“Implementasi dari kebijakan Zero Delta Q perlu campur tangan pemerintahan pusat dan daerah,” katanya
World Water Forum ke-10 fokus membahas empat hal, yakni konservasi air (water conservation), air bersih dan sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi (food and energy security), serta mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).
” Sebanyak 244 sesi dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan hasil konkret mengenai pengelolaan air,” katanya.
*Rezza









