AKTUALITA.CO.ID – Kerjasama Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) di bidang kesehatan kembali diwujudkan melalui pelaksanaan bakti sosial operasi katarak gratis di Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto, Sabtu (8/8/26).
Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri mengatakan, penanganan katarak tidak sebatas upaya memulihkan penglihatan. Lebih dari itu, operasi tersebut dapat membuka kembali kesempatan masyarakat untuk menjalani aktivitas secara mandiri dan produktif.
Menurut Abdulla, kemampuan melihat dengan baik dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan seseorang, mulai dari kesempatan untuk belajar hingga kembali bekerja dan meningkatkan kualitas hidup.
“Kami ingin memberdayakan masyarakat yang membutuhkan agar mereka memiliki kesempatan untuk hidup lebih mandiri,” ujar Abdulla saat menghadiri kegiatan tersebut.
Bakti sosial yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Noor Dubai Foundation itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga medis di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, sekitar 10 hingga 12 dokter residen memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung bersama dokter spesialis senior. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan manfaat kepada pasien, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Chief Executive Officer Noor Dubai Foundation Manal Taryam mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar UEA terhadap pelaksanaan program kemanusiaan tersebut.
Ia berharap kolaborasi di bidang kesehatan mata dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
“Ini sangat penting bagi kami untuk menjalin kerja sama ini. Ini menambahkan nilai kepada pekerjaan kami dan ini juga membantu kami untuk melayani sebanyak mungkin orang,” kata Manal.
Kerjasama Kementerian Kesehatan RI dan Noor Dubai Foundation sendiri telah dirintis sejak 2025 melalui dukungan dana hibah sebesar 294.222 Dirham.
Kemitraan tersebut diarahkan untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Sebelum pelaksanaan kegiatan di Purwokerto, program serupa telah memfasilitasi operasi katarak gratis bagi ratusan masyarakat di Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Abdulla berharap kerja sama Indonesia dan UEA di sektor kesehatan dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada kegiatan kali ini.
Ia menilai kolaborasi kedua negara masih memiliki peluang besar untuk menghadirkan berbagai program kemanusiaan yang memberikan dampak nyata dan menjangkau masyarakat lebih luas.
(Deni Supriadi)









