AKTUALITA.CO.ID – Sebanyak 720 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan diambil sumpah/janji jabatan dalam sebuah prosesi yang berbeda dari biasanya.
Pelantikan digelar di tengah lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Pengangkatan ratusan ASN tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor KEP.259-KPG.02-PPIK-2026 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Menjadi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, yang ditetapkan di Bandung pada 13 April 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pemilihan lokasi pelantikan di kawasan pedesaan bukan tanpa alasan. Menurutnya, ASN harus memahami bahwa tugas mereka tidak hanya berpusat di kota, tetapi juga melayani masyarakat hingga wilayah terpencil.
“Kenapa saya mengajak di sini? Pertama, agar pemahaman tentang Jawa Barat tidak hanya seputar Gedung Sate, karena Jawa Barat itu sangat luas. Kedua, agar para ASN memahami potensi dan tata letak wilayah Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, Desa Sukawangi berada di kawasan yang memiliki nilai sejarah karena lokasinya tidak jauh dari kawasan Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Selain itu, wilayah tersebut memiliki panorama alam yang indah dan dikelilingi pegunungan yang berpotensi menjadi destinasi wisata.
Dedi mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun akses jalan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah daerah, mulai dari Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat hingga Cianjur.
“Kalau jalannya sudah bagus, dengan lanskap alam yang luar biasa ini akan menjadi kawasan wisata. Dampaknya tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia mengingatkan, masyarakat agar tidak menjual lahan kepada pihak luar daerah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata tetap dirasakan oleh warga setempat.
Selain itu, Dedi menekankan pentingnya perubahan pola pikir ASN dalam menjalankan tugas. Ia berharap lahir kesadaran kolektif untuk membangun Jawa Barat melalui pelayanan yang nyata, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan administratif di balik meja.
“Jangan ada lagi sekolah dan puskesmas di pedesaan yang kondisinya tidak layak. ASN harus lebih banyak turun ke lapangan melihat langsung kondisi masyarakat. Pajak yang dipungut dari rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan jalan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memasuki era baru birokrasi yang mengedepankan kecepatan kerja, responsivitas, dan kedekatan dengan masyarakat.
Sebagai wujud nyata semangat tersebut, usai prosesi pelantikan seluruh ASN langsung mengikuti kegiatan bakti sosial di Desa Sukawangi. Sebanyak 720 ASN dibagi ke dalam 39 kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 20 orang dan bertugas menjadi wali asuh bagi warga kurang mampu.
Melalui program tersebut, para ASN secara sukarela menggalang dana yang akan digunakan untuk membantu merenovasi rumah tidak layak huni milik masyarakat.
Salah seorang ASN dari Inspektorat Jawa Barat Raisan mengaku pelantikan di lapangan terbuka menjadi pengalaman yang berkesan sepanjang kariernya.
“Ini menjadi kenangan tersendiri karena dilantik di lapangan terbuka, di desa yang jauh dari pusat kota,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ivan, ASN dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat UPTD Kota Cirebon. “Kami mendukung pesan yang disampaikan Gubernur dan antusias mengikuti kegiatan sosial setelah pelantikan,” tandasnya.
(Retza)









