AKTUALITA.CO.ID _ Pimpin rapat persiapan HUT RI ke-79, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu bahas agenda kegiatan HUT RI ke-79 tingkat Kabupaten dengan semarak namun tetap dalam bingkai kesederhanaan.
“ Dimulai pada tanggal 1 Agustus, yakni kami akan menancapkan bendera merah putih di puncak Gunung Salak yang diikuti oleh para penggiat atau pecinta lingkungan, termasuk dari perangkat daerah se-Kabupaten Bogor,” ungkap Asmawa kepada Aktualita.co.id. Sabtu (20/7/24).
“Selanjutnya, akan ada juga kegiatan lainnya seperti kirab merah putih dari Gedung Tegar Beriman sampai ke Stadion Pakansari dengan target peserta yang terlibat sebanyak 15.000 orang, dan ngaliwet babarengan yang diusahakan memecahkan rekor MURI. Kemudian ada juga kegiatan fun bike, senam bersama, serta kegiatan lainnya” tambahnya.
Asmawa menyebut, dalam rangka menyemarakan HUT RI yang ke-79 tahun 2024, kami melakukan konsolidasi secara lengkap membahas rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama peringatan HUT RI di Kabupaten Bogor.
Hadir pada rapat tersebut, perwakilan Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, jajaran kepala perangkat daerah dan Camat se-Kabupaten Bogor.
Selain itu, sambung Asmawa, disaat yang bersamaan akan dilakukan juga secara serentak pembagian bendera merah putih kepada seluruh kecamatan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Kemudian kegiatan lainnya adalah doa istighosah yang dipusatkan di Rest Area Puncak, diikuti oleh seluruh kecamatan, desa dan kelurahan se-Kabupaten Bogor melalui virtual.
Asmawa menambahkan, di tingkat kecamatan, agenda lainnya adalah yang sifatnya sosial kemasyarakatan seperti bazar UMKM, Gerakan Pasar Murah, donor darah, pelayanan kesehatan, kependudukan, perizinan, perpajakan.
“ Saya ingin semarak hari kemerdekaan RI betul-betul dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, disamping itu akan ada juga pemberian beberapa penghargaan. Jadi kegiatan dilakukan secara semarak namun tetap sederhana, untuk anggaran sebisa mungkin tidak menggunakan APBD,” terangnya.
“ Jadi, semarak hari kemerdekaan tingkat Kabupaten Bogor ini sifatnya multi stakeholder, panitianya bukan hanya dari Pemkab Bogor tapi melibatkan semua stakeholder seperti Kadin, organisasi profesi, BUMD, termasuk Forkopimda Kabupaten Bogor, camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Bogor,” tutup Asmawa.
*Rezza/Ns









