Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Penyakit Gula Diderita 35,8 Juta Orang Indonesia

sayyev by sayyev
August 4, 2024
in Pendidikan dan Kesehatan
0
Penyakit Gula Diderita 35,8 Juta Orang Indonesia
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Kementerian Kesehatan meminta masyarakat harus mengurangi konsumsi gula sesuai batas aman. Hal ini setelah diketahui sekitar 13 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 35,8 juta orang yang menderita penyakit gula. Penyakit ini bisa bertambah parah apabila tidak ditangani secara berkelanjutan.

“Itu dialisis, kalau enggak dilakukan penanganan tiap hari, itu bisa jadi penyakit kronis. Ukuran paling gampang, lihat ukuran celana jeans, kalau di atas 34, kemungkinan gulanya banyak,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dikutip dari RMOL, Minggu (4/8/2024).

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat, terutama anak-anak, harus mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sebagai pencegahan timbulnya penyakit kronis. “Anak-anak sekarang minumnya gula semua. Itu yang harus dikurangi. Kembali ke tanpa gula,” ujarnya.

Berita lainnya

Tak Masuk Katagori PBI, Mensos “Buang” 11 Juta Peserta

Siap Kerja dan Wirausaha, UKK di SMKN 14 Bandung jadi Tolak Ukur

Himpaudi : Porseni Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Karakter Anak Usia Dini

Banyaknya konsumsi gula pada makanan dan minuman, lanjut Budi, berkelindan dengan kasus anak yang harus menjalani cuci darah karena mengalami kegagalan ginjal. Hal ini berpotensi semakin meluas, dengan tren makanan dan minuman manis saat ini yang makin membuat anak terbiasa mengonsumsi asupan berkadar gula tinggi.

Karena itu, dia meminta agar konsumsi gula dikurangi sesuai batas aman untuk menekan risiko penyakit. “Banyak anak sekarang diberikan minum dan makan dengan gula tinggi. Jadi Indonesia suka gula. Padahal gula itu penyebab segala macam penyakit. Mulai dari ginjal, hati, stroke, jantung, itu penyebabnya gula,” ujar Budi.

Menurut dia, idealnya konsumsi gula per hari maksimal empat sendok teh. Dan jika lebih dari itu, berpotensi merusak ginjal, hingga efeknya harus kasus cuci darah seperti yang terjadi pada anak saat ini.

“Untung Jawa Barat kalau minum teh, pahit. Ini harus dicontoh. Jadi kalau bisa jangan pakai gula,” ucapnya.

Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan peran orang tua dan keluarga sangat penting untuk saling mengingatkan agar mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, serta mengurangi konsumsi gula, garam dan lemak berlebih.

“Cuci darah kebanyakan ke anak (ada peningkatan), sekarang tetap peran orang tua yang penting untuk anak itu. Jangan sampai kejadian tidak dijadikan contoh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bey mengatakan pihaknya mendesak Kementerian Kesehatan dan pihak terkait untuk segera menerapkan label khusus pada makanan dan minuman kemasan, guna mencegah munculnya lonjakan kasus anak cuci darah yang angkanya terdeteksi tinggi.

Menurut Bey, dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo, Kementerian Kesehatan bisa segera menindaklanjuti dengan langkah menerapkan penandaan khusus pada makanan dan minuman terkait kandungan gula, garam, lemak (GLG).

“Kami harap segera memberikan penandaan kepada kemasan minuman makanan terkait GLG, sehingga masyarakat tak khawatir dan ada kepastian berapa gula yang baik, garam yang baik. Jadi tinggal diberikan tanda misalnya hijau berarti aman, itu kan masyarakat lebih mudah lagi dan akan aman serta bagus untuk anak-anak,” ujarnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat memastikan tidak ada lonjakan jumlah pasien anak yang memerlukan pengobatan cuci darah atau hemodilalisis di rumah sakit tersebut.

Staf Divisi Nefrologi RSHS Bandung dr Ahmedz Widiasta di Bandung Kamis mengatakan, saat ini terdapat sekitar 20 anak menjalani cuci darah secara rutin setiap bulannya di Poliklinik Hemodialisis RSHS Bandung.

Dia menyatakan bahwa hingga saat ini jumlah pasien anak yang menjalani hemodialisis di RSHS stabil dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan beberapa pasien anak telah mendapatkan rujukan untuk mendapatkan pengobatan ke rumah sakit di daerahnya masing-masing.

** yev/rmol

Tags: penyakit gula
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Tak Masuk Katagori PBI, Mensos “Buang” 11 Juta Peserta

by Arsyit Syarifudin
April 19, 2026
0
Tak Masuk Katagori PBI, Mensos “Buang” 11 Juta Peserta

AKTUALITA.CO.ID _ Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan kebijakan pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) bukanlah bentuk pengurangan perlindungan negara, melainkan langkah penertiban...

Read more

Siap Kerja dan Wirausaha, UKK di SMKN 14 Bandung jadi Tolak Ukur

by Arsyit Syarifudin
April 19, 2026
0
Siap Kerja dan Wirausaha, UKK di SMKN 14 Bandung jadi Tolak Ukur

AKTUALITA.CO.ID – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMKN 14 Bandung menjadi penentu penting bagi siswa dalam membuktikan kemampuan yang telah ditempa selama tiga tahun masa pembelajaran, Sabtu (18/4/26)....

Read more

Himpaudi : Porseni Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Karakter Anak Usia Dini

by Arsyit Syarifudin
April 19, 2026
0
Himpaudi : Porseni Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Karakter Anak Usia Dini

AKTUALITA.CO.ID – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) tingkat Kecamatan Tanjungsari menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang berlangsung meriah di halaman Kantor Kecamatan...

Read more

Pemulihan Pendidikan Pascabanjir, Mendkdasmen Buat Ruang Kelas Darurat

by Arsyit Syarifudin
April 19, 2026
0
Pemulihan Pendidikan Pascabanjir, Mendkdasmen Buat Ruang Kelas Darurat

AKTUALITA.CO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan 26 Ruang Kelas Darurat (RKD) di Provinsi Sumatra Barat sebagai upaya percepatan pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang...

Read more

Jauh dari Standar, Bangunan SDN Tanjungsari 03 Butuh Perhatian Serius

by Arsyit Syarifudin
April 19, 2026
0
Jauh dari Standar, Bangunan SDN Tanjungsari 03 Butuh Perhatian Serius

AKTUALITA.CO.ID – Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Tanjungsari 03, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pihak sekolah mengeluhkan sejumlah fasilitas ruang kelas yang dinilai sudah...

Read more
Next Post
Arema Kontra Borneo di Final Piala Presiden 2024

Arema Kontra Borneo di Final Piala Presiden 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Waspada Penipuan, Masyarakat Dihimbau Gunakan Layanan PLN Mobile

Waspada Penipuan, Masyarakat Dihimbau Gunakan Layanan PLN Mobile

May 2, 2023
Istana Siapkan Perpres Ojek Online, Fokus pada Tarif, Perlindungan, dan Kesejahteraan Pengemudi

Istana Siapkan Perpres Ojek Online, Fokus pada Tarif, Perlindungan, dan Kesejahteraan Pengemudi

October 27, 2025
Rapat Paripurna, Pemkab Sampaikan Nota Keuangan dan RAPBD TA 2024

Rapat Paripurna, Pemkab Sampaikan Nota Keuangan dan RAPBD TA 2024

November 15, 2023

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW