AKTUALITA.CO.ID _ Enam orang pegawai yang diduga pelaku penggelapan limbah gagal produksi di PT Mitra Tata Lingkungan Baru (MTLB) yang berada di Desa Wanaherang diserahkan ke Polsek Gunung Putri Kabupaten Bogor. Sabtu (19/08/24).
Hal tersebut dibenarkan oleh Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Gunung Putri Iptu Abdul Faruk Maramis, S.H,. M.H di Ruangan Kapolsek Gunung Putri, Selasa (20/08/24).
“Iyah benar, diserahkan kepada Polsek Gunung Putri lalu kami melakukan penyelidikan sehingga dalam waktu 1×24 jam memang terbukti orang yang bersangkutan melakukan penggelapan,” ungkap Abdul Faruk kepada aktualita.co.id.
Iptu Abdul Faruk Maramis menjelaskan, PT MTLB itu bergerak di bidang pemusnahan barang yang sudah kadaluwarsa atau gagal produksi, terkait perkara ini adalah salah satu merek susu.
” Susu itu memang kadaluarsanya pada tanggal 15 tahun 2025 bulan Januari. Namun ada kegagalan produk, sehingga yang seharusnya dimusnahkan sebanyak 14 palet setelah dicek ternyata berkurang hanya ada 12 palet yang 2 paketnya itu tidak ada,” terangnya.
” Kebetulan ada yang live tiktok dan ternyata pihak vendor MTLB monitor “kok susu yang seharusnya dimusnahkan kenapa ada dipasaran”. Sehingga internalnya mereka melakukan investigasi sendiri dengan membeli susu tersebut. Dan semuanya terungkap mereka menemukan yang diduga pelaku akhirnya di serahkan kepada kita,” beber Iptu Abdul Faruk.
Dalam penyerahan pelaku, kata Iptu Abdul Faruk, total pelaku ada 7 orang. 6 orang dewasa dan 1 orang masih dibawah umur. Jadi, di dispersi yang dibawah umur kita tidak lakukan penahanan, yang kami tahan hanya yang 6 orang tersebut.
” Untuk yang satu orang karna masih dibawah umur kita akan lakukan dispersi dan kita sudah berkoordinasi dengan bapas. untuk yang enam orang dilakukan penahan dan ini masih dalam penyelidikan,” cetusnya.
Terpisah, Salahsatu security PT MTLB mengatakan pengurus limbah tersebut sedang tidak di lokasi.
” Ini ada nomor kontak dan namanya, di telfon aja gausah kesini wartawan yang lain juga ga pernah kesini yang tau mah, save aja nomornya setelah itu balik kanan,” Kata satpam PT MTLB yang sedang berjaga di lokasi limbah.
Sementara, Nopen Effendi selaku managemen PT MTLB saat di konfirmasi lewat telefon tidak menjawab.(Rezza/Ns)









