AKTUALITA.CO.ID _ Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melakukan pemusnahan surat suara yang rusak di Halaman Kantor KPU Kota Bogor, Selasa (26/11/24).
Pemusnahan surat suara tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan KPU Nomor 1519 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Tata Kelola Logistik Pemilihan. Surat suara yang dimusnahkan berasal dari Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2024.
Ketua KPU Kota Bogor Muhammad Habibi Zaenal Arifin menjelaskan bahwa, pemusnahan ini bertujuan untuk menghindari potensi penyalahgunaan dan memastikan seluruh surat suara yang beredar sah dan terverifikasi.
“Pemusnahan ini untuk memastikan tidak ada surat suara yang salah digunakan, Dan total surat suara yang rusak sebanyak 47 untuk Pilgub dan 26 untuk Pilwalkot,” kata Habibi kepada wartawan.
Setelah pemusnahan, kata Habibi, distribusi surat suara yang sudah terverifikasi telah dilakukan ke seluruh kelurahan dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 1.530 TPS di Kota Bogor, termasuk dua TPS di Lapas Paledang.
“Proses distribusi logistik Pilkada telah berjalan lancar dan kekurangan logistik yang sempat terjadi telah terpenuhi,” tuturnya.
“Dan KPU Kota Bogor juga memastikan bahwa Pilkada 2024 akan berlangsung inklusif dengan menyiapkan alat bantu bagi pemilih disabilitas di TPS, seperti braille untuk tuna netra. Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat berpartisipasi dengan lancar,” ungkapnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, Pemkot Bogor juga telah mempersiapkan infrastruktur dan petugas untuk memastikan kelancaran Pilkada. Selain itu, Pemkot Bogor telah mengidentifikasi lokasi rawan bencana untuk memastikan TPS berada di tempat yang aman.
“Kami juga telah mengeluarkan surat edaran untuk memastikan seluruh ASN tetap bertugas meski pada libur Pilkada,” tegasnya.
“Dengan persiapan yang matang, kami berharap Pilkada 2024 dapat berjalan sukses, aman, dan demokratis bagi seluruh warga Kota Bogor,” jelasnya.
(rezza apit)









