AKTUALITA _ Niat hati ingin melakukan mediasi persoalan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kepala Desa Wargajaya Ooy Tamami terhadap wartawati berinisial DI (45). Kediaman Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ansori Setiawan justeru digeruduk warga. Sabtu (15/2/25).
Untuk meredam persoalan tersebut, Dewan Ansori memohon maaf kepada warga dan meminta untuk tidak melakukan kegiatan anarkis. Ansori menyebut apa yang terjadi adalah kesalahan dirinya yang berupaya ingin membantu memediasi persoalan antara kepala desa dengan wartawati yang sedang menjalankan tugas.
“Sebagai tuan rumah saya mengedepankan tabayun, tadi sudah dipaparkan bahwa kesalahpahaman ini sudah dibuat kesepakatan antara kedua belah pihak untuk saling memaafkan baik dari pihak wartawati DI maupun pihak keluarga kade Ooy Tamami,” ungkap Ansori yang menyampaikan pemahaman kepada warga dan tim dari DI dihalaman rumahnya tanpa mengenakan alas kaki.
Dalam kesempatan tersebut, Ansori pun berharap bisa saling menjaga sehingga hal serupa tidak kembali terjadi, “ Saya yang salah, sebagai dewan yang mewakili Kecamatan Sukamakmur saya belum bisa mengayomi warga sehingga bisa terjadi hal seperti ini, oleh karena itu kepada semua pihak mari kita untuk saling memaafkan,” tutupnya.
Terpisah, merasa tidak menemukan solusi dari mediasi yang difasilitasi oleh Dewan Ansori Setiawan. Wartawati DI memilih untuk meneruskan perkara tersebut ke ranah hukum dengan membuat laporan kepada Polres Bogor.
Untuk diketahui, Dugaan pelecehan seksual yang dialami wartawan DI terjadi di Kantor Desa Wargajaya. Dimana saat itu DI sedang melakukan tugasnya untuk meliput pemberitaan. Namun hal tidak senonoh di dapati olehnya saat sedang mengkonfirmasi Kepala Desa Wargajaya Ooy Tamami yang kebetulan duduk disebelahnya tiba-tiba menyerahkan amplop yang berisi uang dan mengenai bagian sensitif DI.
(red)









