Aktualita.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) II dari Fraksi Gerindra H. Ansori Setiawan, mengungkapkan kekesalannya atas maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Sukamakmur, tempat tinggalnya.
Ia menyebut fenomena ini sangat meresahkan warga dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
“Saya kesal, di Sukamakmur sedang gencar curanmor. Kemarin ada anak yatim lapor ke saya sambil menangis, motornya hilang dicuri,” ungkap H. Ansori kepada Aktualita.co.id, Sabtu (31/05/25).
Menurutnya, praktik pencurian ini semakin menjadi-jadi. Pelaku kerap mencuri kendaraan di satu desa lalu menjualnya di desa lain. “Pelaku mencuri di Sukawangi, dijual di Pabuaran. Curian dari Pabuaran, dijual di Sukamakmur. Ini sangat memprihatinkan,” tuturnya.
H. Ansori menegaskan komitmennya untuk memerangi kejahatan ini dan mengapresiasi upaya aparat kepolisian serta keterlibatan unsur TNI dalam mengungkap kasus tersebut.
Ia menyebut bahwa saat ini sudah ada dua orang pelaku yang berhasil ditangkap. Di Kecamatan Sukamakmur ada 40 penerima motor, dan Sebanyak 29 Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga tengah ditindaklanjuti.
“Saya tidak akan memaafkan orang-orang seperti itu karena perbuatan mereka sangat merugikan masyarakat banyak,” tegasnya.
“Saya berterima kasih kepada jajaran kepolisian, dan saya meminta agar kasus ini diusut tuntas agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Aktualita.co.id, para pelaku berjumlah tiga orang yang saat ini berada di Polsek Sukamakmur. Dua di antaranya merupakan pelaku pencurian, sementara satu lainnya diduga sebagai penerima motor curian.
Kapolsek Sukamakmur, IPDA Dedi Priono, membenarkan hal tersebut. “Benar terjadi hal tersebut, namun pelaku yang kami tahan saat ini adalah dua orang kakak beradik,” ujarnya.
Sementara itu, satu orang yang diduga sebagai penadah (penerima barang curian) masih belum dapat ditahan karena proses pembuktiannya yang masih sulit. “Bahkan satu orang lagi yang disebut-sebut sebagai perancang aksi pencurian berinisial M pun belum bisa kami sangkutkan,” jelas IPDA Dedi.
“Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan curanmor yang lebih luas,” tutupnya.









