AKTUALITA.CO.ID – Media sosial tengah dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan cekcok antara seorang ibu penumpang dengan petugas kereta api di Stasiun Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Insiden tersebut menyita perhatian publik setelah beredar narasi bahwa seorang anak balita tak diperbolehkan melanjutkan perjalanan karena tidak memiliki tiket.
Peristiwa ini bermula ketika Sri Ushwa Ningrum (29), warga yang melakukan perjalanan bersama keluarganya, membeli 30 tiket kereta api dengan rute Pangkep – Barru – Maros. Setelah melakukan registrasi ulang di Stasiun Garongkong, Kabupaten Barru, mereka melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Mandai. Namun, setibanya di Mandai, mereka dihentikan oleh petugas karena anak balita mereka disebut tidak memiliki tiket.
“Sesampainya di Stasiun Mandai, kami sekeluarga dihambat oleh petugas KAI dengan alasan anak kami yang di bawah umur tidak bisa berangkat karena tidak memiliki tiket,” jelas Sri.
Lebih lanjut, Sri mengungkapkan bahwa petugas bahkan sempat menyarankan agar balita tersebut ditinggal di stasiun, pernyataan yang memicu kemarahan dan kegaduhan di lokasi.
Menanggapi ramainya pemberitaan dan reaksi publik, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKASS) Deby Hospita angkat bicara. Ia menegaskan bahwa petugas yang bersitegang dengan penumpang bukan pegawai KAI, melainkan karyawan dari PT Angkasa Pura Suport (APS) yang bertugas sebagai tim pendukung operasional.
“Kami memastikan bahwa kejadian ini sedang ditangani secara menyeluruh, termasuk penelusuran kronologi secara objektif, evaluasi prosedur pelayanan, dan penegakan sanksi disipliner kepada petugas terkait apabila terbukti melanggar standar pelayanan atau etika kerja,” ujar Deby dalam keterangan, Dikutip Jumat (27/06/25).
Deby juga mengatakan bahwa BPKASS telah meminta PT APS untuk segera mengambil langkah korektif, termasuk memberikan pelatihan ulang kepada petugas terkait pelayanan prima, keramahan dalam melayani pelanggan, dan nilai-nilai hospitality.
Tak lupa, Deby mengimbau seluruh pengguna jasa kereta api untuk memperhatikan ketentuan perjalanan, khususnya mengenai tiket bagi anak-anak. “Kami menghimbau agar seluruh pengguna jasa kereta api senantiasa mematuhi ketentuan perjalanan, termasuk persyaratan usia anak yang wajib memiliki tiket, guna mendukung keselamatan, ketertiban, dan kelancaran bersama dalam setiap perjalanan,” pungkasnya.
Hingga kini, video tersebut terus menuai komentar dari warganet yang mempertanyakan prosedur dan sikap pelayanan publik di lingkungan perkeretaapian.









