Aktualita.co.id – Suasana semarak menyelimuti Alun-alun Kecamatan Jonggol pada Sabtu pagi saat peluncuran Komunitas Musik Jonggol (KMJ). Acara grand launching ini diwarnai dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari senam bersama hingga penampilan musik dari berbagai genre, yang melibatkan pelajar, musisi lokal, hingga komunitas seni.
Ketua KMJ Tito Kusnandar menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan awal dari perjalanan panjang komunitas ini dalam merangkul dan memajukan musisi-musisi di Jonggol. Ia menegaskan bahwa KMJ tidak hanya akan bergerak di bidang musik, tetapi juga memiliki program yang berorientasi pada kesejahteraan para musisi.
“Kita prioritaskan kesejahteraan para musisi Jonggol. Selain itu, kita juga akan masuk ke sekolah-sekolah, mengadakan coaching clinic, dan membina bakat-bakat muda dari pelajar,” ujar Tito kepada aktualita.co.id, Sabtu (12/07/25).
KMJ juga merancang konsep pertunjukan musik bertema Pensi Sekolah yang dikhususkan untuk pelajar, sebagai panggung bagi band-band muda yang sedang berkembang. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya KMJ untuk mendekatkan dunia musik ke generasi muda dan menjadikannya sebagai sarana ekspresi positif.
“Di sekolah kadang tidak tersedia pelatih musik, dan kami siap hadir membantu. Banyak rekan-rekan musisi di KMJ yang memang sudah berpengalaman di dunia ini,” terangnya.
Saat ini, komunitas KMJ telah memiliki sekitar 100 anggota aktif, dengan 20 orang di antaranya mengisi posisi kepengurusan inti. Mereka berasal dari berbagai latar belakang musik dan seni.
Sementara itu, Camat Jonggol Andri Rahman yang turut hadir dan membuka acara, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, KMJ dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda sekaligus sarana untuk mengembangkan bakat dan menghindarkan mereka dari kegiatan negatif.
“KMJ ini lahir dari semangat musisi lokal untuk bersatu, bukan hanya menjadi wadah hiburan, tapi juga sebagai upaya membina generasi muda agar terhindar dari kenakalan remaja dan kegiatan tidak produktif,” bebernya.
Lebih jauh, Andri menyebutkan bahwa KMJ tidak akan membatasi diri pada musik modern saja, melainkan akan mengakomodasi berbagai seni musik seperti marawis, hadroh, kasidah, hingga musik religi dan tradisional.
“Jadi nanti kalau warga butuh hiburan di acara hajatan atau keagamaan, tinggal cari di KMJ. Semua genre ada dari rock, dangdut, sampai marawis,” katanya.
Andri mengungkapkan, Visi jangka panjang KMJ bahkan menjurus ke arah pembentukan sekolah musik komunitas, yang diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran dan pelatihan musik di wilayah Jonggol dan sekitarnya, tanpa harus ke luar kota.
“Dengan peluncuran ini, KMJ diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan seni musik yang inklusif, merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta menjadi bagian dari identitas budaya Kecamatan Jonggol yang dinamis dan kreatif,” tutupnya.









