Aktualita.co.id — Permasalahan pemerataan pendidikan di Kecamatan Sukaraja menjadi sorotan utama dalam reses DPRD Kabupaten Bogor Dapil I masa sidang III tahun 2025. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Sukaraja, Yudianto, dan Camat Sukaraja, Ria Marlisa, S.STP, M.Si, menyuarakan kebutuhan mendesak akan penambahan fasilitas pendidikan tingkat menengah.

Yudianto menyoroti rendahnya minat guru untuk menjabat sebagai kepala sekolah, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD), akibat tantangan berat dan minimnya insentif.
“Kami ini dibayarkan tambahan sekitar Rp180–200 ribu untuk jabatan kepala sekolah. Jumlah itu sangat rendah jika dibandingkan dengan beban dan tanggung jawab yang harus dipikul,” ungkap Yudianto saat menyampaikan aspirasi di hadapan anggota dewan.
Ia juga menyoroti kurangnya regenerasi kepala sekolah akibat tidak tersedianya skema penyiapan pengganti, meski setiap tahun selalu ada kepala sekolah atau guru yang pensiun.
Sementara itu, Camat Sukaraja, Ria Marlisa, menegaskan bahwa kecamatannya saat ini hanya memiliki dua SMP Negeri, padahal kebutuhan terus meningkat, terutama di wilayah Cilebut Barat dan Cilebut Timur.
“Kami mengusulkan pembangunan SMP Negeri 3 Sukaraja, karena sudah tidak mencukupi. Kendalanya ada di lahan. Pemerintah daerah sudah siapkan anggaran, tapi sampai sekarang lahan yang sesuai masih diverifikasi,” jelas Ria.
Menurutnya, lahan minimal yang dibutuhkan untuk pembangunan satu unit SMP Negeri adalah 6.000 meter persegi. Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pemanfaatan aset pemda atau opsi tukar guling dengan pengembang, agar pembangunan sekolah bisa segera direalisasikan.
Dalam kesempatan itu, Ria juga menyebut dua sekolah dasar yang sudah lama diajukan, yakni SD Patahunan 1 dan 2, dipastikan akan direalisasikan tahun ini.
(Arsyit Syarifudin)









