AKTUALITA.CO.ID – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, salah satunya pembangunan Jembatan WIKA yang menghubungkan Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) pada akses jembatan sementara untuk kendaraan roda dua.
Jembatan sementara yang saat ini dimanfaatkan sebagai akses kendaraan roda dua disebut dipatok biaya sebesar Rp2.000 untuk setiap kali melintas. Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pengguna jalan karena dinilai membebani dan diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan.
Dari pantauan aktualita.co.id Sabtu (18/7/2026), Terdapat seseorang membawa kardus berisikan uang, dan meminta kepada pengedara roda dua untuk membayar jika ingin melintasi jembatan tersebut.
Perlu diketahui, pembangunan Jembatan WIKA bertujuan meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat. Namun, selama proses pembangunan berlangsung, belum tersedia jembatan sementara yang difasilitasi pemerintah untuk kendaraan bermotor hanya ada akses untuk berjalan kaki. Akses sementara untuk kendaraan roda dua yang ada justru dikelola secara berbayar, sehingga memunculkan pertanyaan dari masyarakat.
Salah seorang pengendara asal Cibinong Sari mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah seharusnya menyediakan akses sementara agar mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa harus dibebani biaya.
“Harusnya pemerintah membuatkan jembatan sementara agar akses masyarakat tidak terputus selama pembangunan berlangsung,” ujarnya.
Ia juga menyesalkan adanya pungutan sebesar Rp2.000 setiap kali melintasi jembatan sementara tersebut.
“Miris, di kondisi seperti ini malah dimanfaatkan oleh oknum. Kami harus bayar Rp2.000 setiap melintas. Kalau dihitung, berapa banyak motor yang lewat setiap hari? Apa ini bukan pungli?” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera memberikan solusi agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan tanpa pungutan hingga proyek pembangunan selesai.
“Kan ada pemerintah. Memang jembatan sedang dibangun, tapi minimal sediakan jembatan sementara untuk kendaraan roda dua supaya tidak dimanfaatkan oleh oknum,” terangnya.
Sementara itu, seorang warga setempat yang tidak diketahui namanya mengatakan, jumlah kendaraan roda dua yang melintasi akses tersebut setiap hari mencapai ratusan bahkan bisa ribuan unit apabila dihitung dari dua arah.
“Kalau dihitung, ratusan sampai ribuan motor juga ada dari dua arah. Belum yang bolak-balik,” ungkapnya.
Namun saat ditanya mengenai siapa pihak yang menginisiasi pengelolaan jembatan sementara berbayar tersebut, ia mengaku tidak mengetahui.
“Kalau itu saya tidak tahu,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kecamatan Gunung Putri maupun Pemerintah Kecamatan Klapanunggal terkait dugaan pungutan pada jembatan sementara tersebut. Belum diketahui pula siapa pihak yang mengelola maupun memungut biaya dari para pengguna jalan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan serta menyediakan akses sementara yang layak agar aktivitas warga tidak terganggu selama proses pembangunan Jembatan WIKA berlangsung. (Red/Ret)









