AKTUALITA.CO.ID – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor mengimbau para peternak dan pembudidaya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya periode cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu sektor perikanan.
Sekretaris Diskanak Kabupaten Bogor, Lestia Irmawati, mengatakan bahwa faktor cuaca menjadi tantangan utama bagi para pembudidaya.
“Sektor perikanan memang cukup terganggu karena cuaca. Kita semua harus waspada, karena bencana itu tidak bisa diprediksi. Jadi kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/12/25).
Lestia menjelaskan, bahwa beberapa wilayah sebelumnya sempat terdampak, termasuk di Kecamatan Ciseeng, akibat curah hujan tinggi. Meski demikian, ia berharap, intensitas hujan yang meningkat tidak memicu limpasan air irigasi ke kolam-kolam ikan. “Memang ada beberapa tanggul yang jebol, tetapi sudah diperbaiki. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi kerusakan agar sektor perikanan tetap berjalan aman,” jelasnya.
Namun, Lestia juga mengingatkan, para peternak ikan untuk memastikan kondisi kolam tetap layak serta memperkuat fasilitas agar tidak mudah terdampak banjir. “Yang pasti, para pembudidaya harus waspada. Pastikan kolam dalam kondisi baik. Kami juga sudah membantu dengan pemasangan jaring agar ikan tidak terbawa arus saat hujan deras,” ungkap dia.
Terpisah, salah satu peternak ikan asal Kecamatan Gunung Putri, Niman, mengakui bahwa cuaca ekstrem belakangan ini membuat para peternak merasa waswas. Namun ia memastikan berbagai upaya antisipasi telah dilakukan.
“Kalau hujan deras terus, kami memang khawatir kolam meluap atau jebol seperti kejadian tahun-tahun sebelumnya. Tapi sekarang kami sudah perkuat tanggul, pasang jaring, dan rutin cek kondisi air. Semoga cuaca ekstrem ini bisa dilalui tanpa kerugian besar,” ungkapnya.
Niman berharap, pemerintah terus memberikan pendampingan, terutama terkait penguatan infrastruktur kolam serta mitigasi bencana agar produksi ikan tetap stabil. “Dengan dukungan Diskanak, kami merasa lebih siap. Mudah-mudahan musim hujan ini aman untuk semua peternak,” ujarnya.
(Pandu)









