AKTUALITA.CO.ID – Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan toleransi antar umat beragama di tengah polemik administrasi perizinan rumah ibadah di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Ia menyampaikan, bahwa pemerintah kecamatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kantor Urusan Agama (KUA), organisasi masyarakat, serta tokoh-tokoh warga terus berupaya menciptakan suasana aman dan damai.
“Tugas utama kita menjaga kondusivitas, menjaga toleransi, kerukunan, dan kedamaian. Forkopimcam, KUA, ormas dan unsur masyarakat lainnya bersama-sama menjaga hal itu,” ujar Eeng, Sabtu (7/12/25).
Menanggapi polemik administrasi IMB rumah ibadah yang disebut sudah bertahun-tahun, Eeng menegaskan, bahwa persoalan perizinan memiliki jalur dan mekanisme hukum yang jelas.
“Terkait perizinan ada jalurnya, ada mekanismenya. Kalau dibilang bertahun-tahun, itu bicara interpretasi peraturan. Silakan, karena mekanismenya sudah jelas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah kecamatan hanya mengarahkan agar seluruh pihak mengikuti hasil musyawarah yang telah dilakukan bersama desa dan Kesbangpol.
“Bagi kedua belah pihak, ikuti saja kesepakatan itu. Administrasinya selesaikan secara administrasi. Point-nya hari ini hanya masalah administrasi perizinan,” kata dia.
Terlebih, Eeng juga mengajak, semua pihak untuk tetap menghormati proses yang sedang berjalan dan tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Menjelang perayaan Natal, Camat Gunung Putri kembali mengingatkan seluruh warga untuk menjaga suasana yang aman dan harmonis.
“Pesan saya, tetap jaga kondusivitas menjelang perayaan hari raya teman-teman Nasrani. Mari sama-sama menjaga toleransi, saling menghormati pemeluk agama, itu harus dijaga,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa jajaran kecamatan, kepolisian, TNI, hingga organisasi masyarakat Islam akan turut menjaga keamanan selama pelaksanaan ibadah Natal. “Kami dari pemcam, polsek, koramil, bahkan dari ormas Islam pun ikut menjaga keamanan saat perayaan Natal,” ucapnya.
“Ibadah itu hak semua warga negara. Ini hanya masalah administrasi. Yang terakhir, insyaallah Gunung Putri tetap kondusif, aman, toleran, dan rukun. Tidak ada suasana mencekam,” tutupnya.
(Pandu)









