AKTUALITA.CO.ID – Kekasih korban ungkap kronologi komunikasi terakhir sebelum korban ditemukan tidak bernyawa di dalam rumahnya di Perumahan Bogor Asri, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (18/12/25) malam.
Kekasih korban berinisial T (16) mengaku, terakhir berkomunikasi dengan korban pada Kamis (18/12/25) dini hari.
Menurut pengakuannya, komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, saat dirinya mencoba menghubungi korban menjelang waktu salat subuh. Setelah salat, ia mengaku menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hubungan.
“Sekitar jam tiga subuh aku telepon dia. Setelah subuh aku minta udahan dan aku putusin dia,” ungkap T.
T mengaku sempat terjadi perdebatan melalui pesan singkat. Dalam percakapan tersebut, korban mengucapkan kalimat yang menurutnya saat itu dianggap hanya sebagai candaan.
“Kita sempat ribut. Dia bilang harusnya aku bunuh dia. Aku kira bercanda karena sebelumnya juga sering ngomong seperti itu,” katanya.
Percakapan keduanya pada pagi itu berlangsung sekitar dua jam hingga akhirnya korban mengakhiri obrolan.
Menurut T, korban sempat menyampaikan kalimat yang mengarah pada keinginan untuk mengakhiri hidup, namun ia tidak menyangka hal tersebut benar-benar akan terjadi.
“Dia bilang sudah, chatnya sampai di situ saja. Kata-katanya seperti ingin cepat-cepat pergi,” ujarnya.
Merasa curiga karena korban tidak bisa dihubungi lagi sejak pagi, T akhirnya mendatangi rumah korban sekitar pukul 16.00 WIB bersama adiknya.
Saat tiba di lokasi, lanjut T, rumah korban dalam kondisi tidak terkunci dan tidak ada respons saat ia memberi salam.
“Saya masuk karena tidak ada jawaban. Awalnya saya ke kamar, lalu ke dapur, dan melihat korban di pintu kamar mandi dalam kondisi sudah tergantung,” tuturnya.
T menyebut, bahwa hubungan mereka baru berjalan sekitar tiga bulan, sejak Oktober 2025. Ia juga mengaku sebelumnya telah beberapa kali mencoba mengakhiri hubungan, namun korban selalu meminta untuk kembali bersama.
“Dia sering bilang lebih baik dia hilang dari hidup aku supaya aku tenang. Tapi dia juga bilang mau selamanya sama aku,” jelasnya.
Alasan T mengakhiri hubungan tersebut karena merasa hubungan mereka justru saling melukai, baik secara emosional maupun kondisi kesehatan korban yang sering menurun.
“Saya pernah dimarahi saat bekerja dan itu bikin saya sangat sakit hati. Dia juga sering sakit dan saya kasihan, akhirnya saya putusin,” kata dia.
Pada saat ditemukan pertama kali, T memastikan tidak ada luka lain pada tubuh korban.
“Tidak ada luka lain, hanya sudah tergantung,” pungkasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk ponsel yang berisi percakapan terakhir korban.
(Pandu)









