AKTUALITA.CO.ID – Turunnya angka stunting nasional memang menjadi kabar baik bagi para orang tua. Namun di balik capaian tersebut, ada tantangan baru yang perlu mendapat perhatian, yaitu hidden hunger atau kekurangan gizi tersembunyi pada anak. Kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari karena anak tetap terlihat aktif dan ceria dalam keseharian.
Dokter Spesialis Gizi Klinik di Primaya Hospital Tangerang, dr. Monique Carolina Widjaja, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa banyak anak mengalami kekurangan zat gizi penting seperti zat besi, zinc, dan vitamin D akibat pola makan yang tidak seimbang.
“Sering kali orang tua merasa anaknya sudah cukup makan karena kenyang. Padahal, rasa kenyang tidak selalu berarti kebutuhan gizinya terpenuhi,” ujar dr. Monique kepada wartawan Aktualita.co.id via Telphone (23/1/2026).
Di era serba praktis, pilihan makanan ultra-proses seperti nugget, sosis, sereal manis, dan camilan kemasan semakin mendominasi menu harian anak. Meski disukai karena praktis dan rasanya enak, jenis makanan ini umumnya rendah kandungan gizi esensial jika dikonsumsi terlalu sering.
Menurut dr. Monique, kebiasaan ini bisa berdampak jangka panjang. Anak berisiko mengalami obesitas, daya tahan tubuh menurun, hingga gangguan metabolik sejak usia dini. Sayangnya, tanda-tanda kekurangan gizi sering kali tidak terlihat jelas.
Beberapa sinyal yang perlu diwaspadai orang tua antara lain anak mudah lelah, sulit fokus, sering sariawan, rambut tampak kusam dan mudah rontok, kuku rapuh, atau anak lebih sering sakit dibandingkan teman sebayanya.
“Anak bisa tampak sehat dari luar, tapi secara biologis tubuhnya kekurangan nutrisi penting. Inilah yang disebut hidden hunger dan sering dianggap hal wajar dalam masa tumbuh kembang,” jelasnya.
Untuk mencegah kondisi tersebut, orang tua disarankan melakukan skrining gizi secara rutin, meskipun anak terlihat sehat. Pemeriksaan ini membantu memantau pertumbuhan anak, mengenali kekurangan nutrisi sejak dini, serta mencegah masalah kesehatan di masa depan.
Skrining gizi dapat meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan fisik sederhana, evaluasi pola makan harian, hingga pemeriksaan laboratorium bila dibutuhkan.
“Memenuhi kebutuhan gizi anak adalah investasi jangka panjang. Apa yang anak konsumsi hari ini akan memengaruhi kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidupnya di masa depan,” tutup dr. Monique.
(Sheila)









