AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Jonggol melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dilaksanakan pada tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Camat Jonggol, Andri Rahman, mengatakan bahwa Musrenbang ini merupakan lanjutan dari rangkaian pra-Musrenbang yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 22 Januari 2026.
Dalam pra-Musrenbang tersebut, pemerintah kecamatan bersama para pemangku kepentingan telah menyepakati berbagai usulan pembangunan yang menjadi skala prioritas.
“Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Jonggol, dengan posisi bahwa sebelumnya kami sudah melaksanakan pra-Musrenbang pada 22 Januari 2026. Jadi seminggu lalu kami sudah mengupayakan mana saja yang menjadi skala prioritas pembangunan,” ujar Andri Rahman.
Ia mengungkapkan, pada tahun ini Kecamatan Jonggol mengalami penurunan pagu anggaran yang cukup signifikan. Jika sebelumnya anggaran berada di kisaran Rp17 hingga Rp19 miliar, kini hanya sekitar Rp10,6 miliar.
“Memang pagu anggaran kita berkurang, dari biasanya Rp17 sampai Rp19 miliar, sekarang menjadi sekitar Rp10 miliar 622 juta. Namun hal ini tidak menjadi permasalahan utama, karena yang terpenting adalah bagaimana anggaran tersebut dirunut dan difokuskan pada kebutuhan prioritas masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya juga menyampaikan, berbagai kebutuhan pembangunan di tahun 2027 yang hingga kini belum memiliki nilai anggaran.
Hal tersebut dimaksudkan agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat mengetahui adanya kebutuhan lain di luar prioritas kecamatan.
“Kami berharap SKPD dan OPD yang menangani bidang-bidang tersebut dapat mengetahui bahwa di luar prioritas kecamatan, masih banyak kebutuhan lain masyarakat Jonggol, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, kebudayaan, tenaga kerja, hingga pertanian,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andri Rahman juga menyampaikan, apresiasi atas kehadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor dan unsur legislatif.
Hadir dalam Musrenbang tersebut Haji Ade Jaya Munadi yang mewakili Bupati Bogor, serta dua anggota DPRD Kabupaten Bogor, yakni Sulaiman dan Amin Sugandi.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran perwakilan Pak Bupati serta anggota DPRD. Terutama Pak Haji Sulaiman dan Pak Haji Amin yang selama ini banyak membantu aspirasi pembangunan di wilayah Kecamatan Jonggol,” ucapnya.
Ia berharap, sinergi antara pemerintah kecamatan, DPRD, dan Pemkab Bogor dapat membantu mengurangi berbagai permasalahan yang ada di Jonggol. Salah satunya melalui bantuan infrastruktur yang telah direalisasikan di wilayah Citra Indah.
“Pada tahun 2025 lalu sudah ada bantuan infrastruktur untuk lima kluster di Citra Indah, dan tahun ini direncanakan lima kluster lagi. Selain itu, Pak Haji Sulaiman juga telah merealisasikan bantuan mebeler untuk 30 sekolah. Alhamdulillah sekolah negeri kita sudah banyak yang terbantu,” tuturnya.
Selain sektor pendidikan dan infrastruktur permukiman, Pemcam Jonggol juga menyoroti pentingnya pembangunan akses jalan sebagai bagian dari persiapan Bogor Timur sebagai calon ibu kota kabupaten.
“Salah satu perhatian kami adalah pembangunan jalan dari Mengker hingga Balai Kambang. Masih tersisa sekitar tiga kilometer yang mudah-mudahan bisa dibeton sampai batas Balai Kambang dan Sukaresmi,” jelas Andri.
Ia juga menambahkan, pembangunan beberapa jalur alternatif atau POJ (Peningkatan Operasional Jalan) sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kemacetan di wilayah Jonggol, di antaranya jalur Mengker–Cibarusah dan Jonggol–Jatinunggal.
“Ketika terjadi kemacetan di Jonggol, masyarakat bisa langsung berbelok ke arah Cibarusah atau Jatinunggal sebagai jalur alternatif. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andri Rahman mengungkapkan, masih banyak program pembangunan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasi, seperti pembangunan ruang kelas baru (RKB) atau bangunan bertingkat di SD Mengker yang berada di pinggir jalan provinsi dan memiliki keterbatasan lahan parkir.
Namun demikian, ia juga menyampaikan rasa syukur atas realisasi pembangunan SDN Sukamana II, yang sebelumnya kerap terdampak banjir.
“Alhamdulillah SDN Sukamana II sekarang sudah tidak banjir lagi karena dibangunkan sekolah yang representatif dan dinaikkan sekitar 1,5 sampai 2 meter. Sekarang lebih tinggi dari jalan dan pembangunannya sudah selesai. Atur nuhun, sekolah sudah relatif aman dan insya Allah kualitas pendidikan bisa semakin meningkat,” pungkasnya. (ADV)









