AKTUALITA.CO.ID – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor memilih jalan berbeda, kembali menapak jejak leluhur. Melalui prosesi ngistrenan pupuhu dalam pelantikan Ketua DPD, PPSI tak sekadar menggelar seremoni, tetapi menghadirkan kembali ruh budaya yang nyaris tergerus zaman.
Prosesi sakral ini menjadi penanda bahwa pencak silat bukan hanya soal gerakan, melainkan warisan nilai, jati diri, dan kehormatan yang diwariskan para karuhun.
Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor, Dodi Mulya Wibawa, menegaskan bahwa semangat tersebut terangkum dalam moto yang dipegang teguh organisasinya “Luhung Mulya Wibawa, Napas Jiwa Cahaya Karuhun, Ngajaga Martabat Bangsa.”
Moto itu bukan sekadar semboyan. Ia adalah arah, sekaligus pengingat bahwa pencak silat lahir dari peradaban yang menjunjung tinggi kehormatan dan nilai kehidupan.
“PPSI ini tidak lepas dari budaya. Di dalamnya ada nilai karuhun yang harus terus kita jaga. Ngistrenan ini menjadi cara kita mengingat kembali asal-usul,” ujarnya.
Bogor sendiri bukan wilayah tanpa jejak sejarah. Tanah ini pernah menjadi pusat kejayaan Sunda, tempat berdirinya Kerajaan Pajajaran yang lekat dengan sosok Prabu Siliwangi, simbol kepemimpinan, keberanian, dan kearifan lokal.
Namun PPSI menyadari, romantisme masa lalu saja tidak cukup. Di sisi lain arena, pasanggiri seni pencak silat ibing digelar. Bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya membuka panggung agar pencak silat kembali hidup di mata publik.
“Selama ini pesilat hanya ditonton pesilat. Kita ingin masyarakat luas ikut melihat, mengenal, bahkan mencintai,” kata Dodi.
Pendekatan pun berubah. Pencak silat kini hadir di ruang-ruang yang tak biasa, dari layar TikTok, siaran langsung, hingga panggung Car Free Day.
“Anak muda sekarang butuh ruang tampil. Kita beri panggung dulu. Dari situ muncul rasa ingin tahu, baru mereka masuk ke ilmunya,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan satu hal penting: pelestarian budaya tidak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Ia harus adaptif, tanpa kehilangan akar.
Dengan memadukan tradisi dan inovasi, PPSI Kabupaten Bogor mencoba menjaga satu hal yang paling mendasar, bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan napas jiwa yang menerangi warisan karuhun, sekaligus menjaga martabat bangsa agar tetap berdiri tegak di tengah perubahan zaman.
(Arsyit Syarifudin)
AKTUALITA.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat melakukan langkah klarifikasi terhadap mosi tidak percaya yang diajukan puluhan cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Bogor, Selasa (14/4/2026).Wakil...
Read more









