AKTUALITA.CO.ID _ Kementerian Perdagangan secara konsisten menjembatani kemitraan antara UMKM dengan perusahaan besar, seperti grup MAP, IKEA, Metro Department Store, hingga BUMN seperti PT KAI, guna memperkuat posisi produk lokal dan memperluas cakupan pemasaran di pasar domestik. Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat memberikan kuliah umum terkait kewirausahaan pemuda di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (18/4/26).
Di awal paparannya, Wamendag mengulas dua realita yang bertolak belakang dan memerlukan perhatian bersama. Di satu sisi, ada bonus demografi yang merupakan peluang emas bagi Indonesia. Sementara di sisi lain, hadir pula tantangan berupa tingkat pengangguran terbuka nasional sebesar 4,76 persen dari total angkatan kerja. Berdasarkan data BPS per Februari 2025, peningkatan pengangguran justru di kalangan lulusan perguruan tinggi, mulai dari diploma hingga pascasarjana.
“Fenomena ini menyuarakan sebuah pesan tentang pentingnya mendorong, melatih, dan memfasilitasi generasi muda untuk berani menjadi wirausahawan sesuai dengan ketertarikan pribadi dan potensi daerah masing-masing. Menjadi pelaku usaha artinya menghadirkan solusi melalui produk yang dijual dan membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelas Wamendag Roro.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr menggarisbawahi komitmen kampus tersebut dalam mendukung lahirnya wirausahawan muda yang kreatif dan berdaya saing global. “Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan program inkubasi, kami berupaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kokoh di lingkungan kampus agar lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan nilai tambah di masyarakat,” ucap Rujito.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Cik Ujang dalam sambutannya mengenalkan program 100.000 Sultan Muda Sumsel. “Program ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi. Dengan melahirkan wirausahawan baru, kita tidak hanya membangun kapasitas individu, tetapi juga membuka lapangan kerja demi kesejahteraan masyarakat,” tandas Cik Ujang.
Lebih lanjut, Wamendag Roro menambahkan, bagi pelaku usaha yang ingin merambah pasar internasional, Kemendag hadir menyediakan berbagai fasilitasi nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat, salah satunya melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Ia kemudian mengelaborasi keberhasilan fasilitasi ekspor sepanjang tahun 2025 yang sangat impresif.
Melalui berbagai kegiatan pitching dan business matching, perwakilan perdagangan RI telah mendampingi sekitar 1.200 UMKM dengan potensi transaksi mencapai USD 134,8 juta atau setara dengan Rp2,2 triliun. “Capaian ini sangatlah membanggakan dan perlu menjadi pemantik mahasiswa untuk berani melangkah ke arena global. Saya harap, mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang mumpuni di tengah ekosistem perdagangan yang dinamis dan kompetitif,” tutur Wamendag Roro. (NS)









