AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memperkuat kolaborasi global guna meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya di bidang kesehatan mata. Kali ini, kerja sama dijalin dengan Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab untuk menghadirkan program operasi katarak gratis bagi masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas medis.
Melalui dukungan hibah sebesar 294.222 Dirham, program ini berhasil membantu sedikitnya 500 warga di berbagai daerah mendapatkan kembali penglihatan mereka. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap produktif tanpa terhambat gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dibangun sejak 2025. Ia menegaskan bahwa ke depan, kolaborasi tersebut akan diperkuat dengan payung hukum yang lebih komprehensif guna mendukung berbagai program kesehatan mata lainnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan perluasan layanan berbasis teknologi melalui konsultasi medis jarak jauh. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat di wilayah terpencil agar dapat memperoleh diagnosis dari dokter spesialis secara cepat dan terintegrasi dengan rumah sakit rujukan.
“Program ini diharapkan dapat mengembalikan kualitas hidup masyarakat. Dengan penglihatan yang pulih, para pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal,” ujar Dante saat meninjau pelaksanaan operasi di Vision Center Kapuas, Kamis (24/4).
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan layanan kesehatan mata, mengingat hasil skrining nasional menunjukkan sekitar 48 persen dari 21 juta warga memiliki keluhan kesehatan, dan 6 persen di antaranya mengalami gangguan penglihatan yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Dalam pelaksanaannya, operasi dilakukan melalui prosedur ketat demi menjamin keselamatan pasien. Tahap awal dimulai dengan penyaringan oleh tenaga kesehatan dan kader di lapangan untuk mengidentifikasi warga yang mengalami gangguan penglihatan. Selanjutnya, pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh tim dokter dari PERDAMI, termasuk pengecekan kondisi kesehatan seperti kadar gula darah dan pengukuran mata guna menentukan jenis lensa yang sesuai.
Kabupaten Kapuas menjadi salah satu lokasi utama program ini karena kondisi geografis yang cukup menantang serta keterbatasan akses terhadap layanan dokter spesialis. Kegiatan bakti sosial dipusatkan di Vision Center Kapuas, yang sejak beroperasi pada Juli 2023 telah melayani masyarakat di bidang kesehatan mata.
Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 200 pasien di Kalimantan Tengah, serta masing-masing 150 pasien di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas layanan kesehatan mata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia.
(Deni Supriadi)
AKTUALITA.CO.ID – Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB) kembali dibentuk melalui proses pemilihan kepengurusan baru di Cafe Nongkrong Tepi Danau, Kelurahan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/4/2026). Dalam...
Read more








