AKTUALITA.CO.ID – Secretary General Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) sekaligus Head of the Permanent Secretariat, Ahmed Kurnia, menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas antarjurnalis di kawasan ASEAN di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan ancaman disinformasi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Sidang Umum ke-21 CAJ yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4). Forum ini dihadiri oleh Deputy Minister of Communications Malaysia Teo Nie Ching, Presiden CAJ yang baru Low Boon Tat, Presiden sebelumnya Atal S. Depari, serta delegasi dari negara-negara ASEAN dan mitra dari China serta Korea Selatan.
Dalam pidatonya, Ahmed menekankan bahwa semangat “ASEAN Way” menjadi fondasi penting dalam menjaga kebersamaan di tengah keberagaman. Ia menyebut bahwa proses membangun konsensus memang tidak selalu cepat, namun hasilnya mencerminkan kekuatan persatuan kawasan.
Menurutnya, sidang umum kali ini juga menjadi momentum penting dengan selesainya proses transisi kepemimpinan CAJ dari Indonesia ke Malaysia. Ahmed memberikan apresiasi kepada Atal S. Depari atas kontribusinya menjaga stabilitas organisasi, sekaligus menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Low Boon Tat dalam menghadapi tantangan baru dunia jurnalistik.
“Transisi ini menunjukkan bahwa meskipun kita berbeda latar belakang, kita tetap memiliki komitmen yang sama dalam menjaga solidaritas,” ujarnya.
Lebih jauh, Ahmed menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi dunia jurnalistik, terutama perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya penyebaran informasi yang menyesatkan. Ia menilai situasi ini justru menuntut peran jurnalis menjadi semakin penting sebagai penjaga kebenaran.
Sebagai bentuk komitmen bersama, CAJ mengesahkan Kuala Lumpur Declaration yang berfokus pada penguatan ekosistem informasi di kawasan ASEAN. Salah satu poin utama dalam deklarasi tersebut adalah rencana pembentukan ASEAN Information Clearing House, yang akan berfungsi sebagai pusat verifikasi fakta dan kolaborasi lintas negara.
Ahmed menegaskan bahwa kualitas informasi yang akurat dan berintegritas harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh insan pers di ASEAN untuk lebih proaktif dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, jurnalis tidak hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan, tetapi juga berperan sebagai penggerak dalam menciptakan ekosistem media yang kredibel dan bertanggung jawab.
“Ke depan, tantangannya bukan sekadar bertahan di era digital, melainkan bagaimana kita bersama-sama memimpin perubahan,” tutupnya.
(Deni Supriadi)









