AKTUALITA.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyumbangkan seekor sapi kurban berukuran besar dengan bobot fantastis mencapai 1,17 ton untuk masyarakat Kota Sukabumi pada Hari Raya Iduladha 2026.
Sapi kurban berjenis Limosin murni berwarna cokelat itu diberi nama Predator. Saat ini, sapi raksasa tersebut dirawat secara intensif di lapak hewan kurban milik pedagang lokal di Jalan Kibitay, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki turun langsung meninjau kondisi sapi bantuan presiden tersebut. Ia memastikan hewan kurban itu dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat Islam.
“Di musim kurban ini, saya melihat langsung sapi yang diberikan oleh Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, yang beratnya mencapai 1 ton 170 kilogram. Tadi sudah saya cek, kondisinya cukup sehat,” ujar Ayep Zaki, Selasa (19/05/26).
Ia menjelaskan, sapi Bantuan Masyarakat (Banmas) dari Presiden Prabowo rencananya akan disembelih di salah satu pondok pesantren di wilayah Cigunung, Sukabumi. Daging kurban tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo merupakan agenda rutin tahunan dengan lokasi penyembelihan yang terus bergilir agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Sukabumi.
“Ini rutin setiap tahun dan tempatnya bergiliran. Waktu tahun pertama saya menjabat, penyembelihan dilakukan di Babakan Muncang, Ciaul. Sekarang pindah ke Cigunung. Tahun depan akan kita pilih lagi lokasi pemotongan yang berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik lapak sekaligus pedagang sapi Tisa Dera mengaku bangga karena sapi ternaknya kembali dipilih Presiden Prabowo sebagai hewan kurban bantuan masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kami diberikan kesempatan lagi. Sapi kami dipilih kembali oleh Bapak Presiden Prabowo untuk menjadi salah satu banmas di Kota Sukabumi. Semoga menjadi sapi yang membawa manfaat untuk masyarakat,” ungkap Tisa.
Ia menjelaskan, sapi Limosin murni asal Jawa tersebut didatangkan ke Sukabumi sekitar delapan bulan lalu dengan bobot awal sekitar 900 kilogram. Berkat perawatan intensif, beratnya kini melonjak drastis hingga mendekati 1,2 ton.
“Umurnya sudah lebih dari tiga tahun, jadi sudah sangat cocok untuk dipakai kurban. Dagingnya juga sudah bagus, insyaallah,” katanya.
Ia memastikan kondisi kesehatan sapi terus dipantau secara berkala oleh Dinas Peternakan setempat, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pengecekan feses guna memastikan hewan benar-benar sehat dan layak kurban.
“Kelebihannya tentu sapi ini sehat sesuai syariat, tidak ada cacat. Pihak Dinas Peternakan juga selalu rutin memeriksa kesehatannya. Jadi insyaallah aman dan sehat. Dengan bobot sebesar ini, manfaat dagingnya nanti bisa dinikmati lebih banyak warga,” pungkasnya.
(Retza)









