AKTUALITA – Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah belakangan ini meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi. Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi selama cuaca panas.
Minuman beralkohol menjadi salah satu yang disarankan untuk dihindari karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh melalui urine. Selain itu, minuman berkafein tinggi seperti kopi pekat dan minuman energi juga sebaiknya dibatasi, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Minuman bersoda dan minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi turut masuk dalam daftar yang perlu diwaspadai. Kandungan gula yang berlebihan dapat memperlambat proses penyerapan cairan oleh tubuh dan memicu rasa haus yang lebih cepat.
Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Minuman yang mengandung elektrolit, seperti air mineral ber-elektrolit dan air kelapa, juga dapat membantu menggantikan cairan yang hilang akibat keringat berlebih.
Selain minuman, konsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, jeruk, dan timun juga disarankan untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.
Masyarakat diminta mewaspadai tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebihan, mulut kering, pusing, lemas, serta urine berwarna kuning tua. Dalam kondisi cuaca panas ekstrem, minum air secara rutin sebelum muncul rasa haus dinilai lebih efektif untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
(Deni Supriadi)









