AKTUALITA.CO.ID – Pengguna vape yang kini mayoritas anak remaja menjadi keprihatinan World Health Organization (WHO). Untuk itu Badan Kesehatan Duni itu mengeluarkan seruan agar semua negara di dunia melarang penggunaan rokok elektrik (vape), dengan segala rasanya dan memperlakukannya sama seperti rokok tembakau.
Larangan ini menurut WHO penting untuk melindungi anak dan remaja dari bahaya vape. WHO mencermati pemasaran vape telah menyasar anak-anak dan remaja melalui media sosial dan influencer. Produsen pun memberikan 16 ribu pilihan rasa sebagai pemikat.
WHO menyampaikan tindakan mendesak ini diperlukan untuk mengendalikan konsumsi vape di kalangan anak-anak dan remaja serta dampak buruknya bagi nonperokok. Apalagi, saat ini, beberapa produk vape dipasarkan menggunakan karakter kartun dan memiliki desain yang keren, sehingga menarik bagi generasi muda.
“Ada peningkatan yang mengkhawatirkan dalam penggunaan rokok elektrik di kalangan anak-anak dan remaja, dengan angka yang melebihi penggunaan orang dewasa di banyak negara,” ungkap Direktur Promosi Kesehatan WHO, Dr Ruediger Krech di situs resmi WHO dikutip dari RMOL, Kamis (28/12/2023).
Vape sebagai produk konsumen tidak terbukti efektif untuk menghentikan penggunaan tembakau di tingkat populasi. Sebaliknya, bukti-bukti mengkhawatirkan tersebut malah muncul mengenai dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Vape telah diizinkan beredar di pasar terbuka dan dipasarkan secara agresif kepada generasi muda. Faktanya, baru 34 negara yang melarang penjualan vape, 88 negara tidak memiliki usia minimum untuk membeli vape, dan 74 negara tidak memiliki peraturan untuk produk-produk berbahaya itu.
Tingkat penggunaan vape pada anak-anak usia 13 hingga 15 tahun lebih tinggi dibandingkan orang dewasa di seluruh wilayah WHO. Di Kanada, tingkat penggunaan vape di kalangan anak usia 16 hingga 19 tahun meningkat dua kali lipat antara tahun 2017–2022. Sementara itu, di Inggris, jumlah pengguna vape meningkat tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Paparan singkat terhadap konten vape di media sosial dapat dikaitkan dengan peningkatan niat untuk menggunakan produk tersebut serta memunculkan sikap yang lebih positif terhadap vape. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa generasi muda yang menggunakan vape hampir tiga kali lebih mungkin untuk mengonsumsi rokok di kemudian hari.
** yev/rmol









